Konstipasi Pada Anak Bukan Hanya Karena Kurang Makan Sayur Lho Bu

mengapa si kecil susah bab

www.ibudanbalita.com

Masalah konstipasi pada anak sering dikaitkan dengan makan sayuran. Anak yang sedikit makan sayur sering mengalami konstipasi atau susah BAB (buang air besar). Hal inilah yang menjadikan para orang tua sering berupaya untuk memberikan makanan berupa sayur agar anak sembuh dari penyakit yang satu ini.

Namun, tahukah ibu bahwasannya konstipasi tidak hanya disebabkan anak kurang makan sayur lho. Lalu, apa lagi yang membuat anak mengalami konstipasi?

Tentu sangat bisa dipahami mengapa banyak orang tua, termasuk ibu sendiri menganggap kurangnya makan sayur menjadi penyebab susah BAB pada anak. Banyak sekali artikel yang menjelasakan bahwasannya sayuran itu mengandung serat. Serat inilah yang bisa menghindarkan si kecil dari masalah pencernaan, termasuk konstipasi. Akan tetapi, logikanya tidak langsung dibalik. Bukan berarti konstipasi hanya disebabkan oleh kurangnya makan sayuran ya bu.

Ada hal lain yang juga menjadi penyebab anak mengalami konstipasi. Apa saja itu? Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

Susu Menyebabkan Konstipasi

Ibu mungkin tidak percaya jika susu bisa menyebabkan konstipasi. Tapi, hal ini memang benar adanya. Ada banyak kasus di mana balita justru mengalami konstipasi setelah minum susu. Apakah itu artinya susu yang dikonsumsi kurang bagus? Bisa saja seperti itu. Akan tetapi, ini bukan kesimpulan akhir.

Para ahli kesehatan menjelaskan anak susah BAB sering disebabkan karena tubuh mereka tidak mampu mencerna protein yang mereka dapatkan. Protein ini paling banya didapatkan dari susu. Inilah yang kemudian membuat para ahli kesehatan menyarankan agar menghentikan memberikan susu atau mengganti susu dengan merk yang lain ketika anak mengalami konstipasi.

Maka dari itu, orang tua seperti ibu sangat disarankan untuk berhati-hati memilih susu balita. Pastikan kandungan nutrisinya lengkap dan seimbang, terutama kandungan protein. Belum tentu susu dengan kandungan protein yang tinggi itu bagus untuk balita ibu. Bisa saja hal tersebut justru menyebabkan konstipasi pada balita lantaran tubuhnya tidak mampu mencerna protein dengan baik.

Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus dilakukan saat anak mengalami konstipasi adalah hentikan memberikan susu. Ibu harus lebih banyak memberikan cairan seperti terutama air putih agar masalah konstipasi ini bisa segera teratasi.

Konstipasi Karena Gangguan Organik

Dokter anak mengingatkan jangan sekali-kali orang tua menyepelekan masalah susah buang air besar pada anak. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh gangguan organik.

Memang ada beberapa langkah pertama yang harus ibu lakukan seperti menghentikan memberikan susu balita, memberikan lebih banyak cairan, menyiapkan makanan yang tinggi serat, serta meminta anak makan buah lebih banyak. Namun, jika hal tersebut tidak menghentikan konstipasi, maka langkah selanjutnya adalah konsultasi dengan dokter anak.

Konsultasi ini menjadi sangat penting untuk memastikan apa yang menyebabkan konstipasi tersebut. Tentu ibu tidak berharap konstipasi disebabkan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Namun, bagaimana pun juga, hal tersebut bisa sangat mungkin terjadi.

Untuk penyebab yang satu ini, tidak ada yang bisa mengobati selain dokter anak. Dokter akan memberikan treatment khusus untuk mengatasi penyakit tersebut. Obat juga mungkin akan diberikan jika dianggap perlu.

Anak Susah Makan

Tidak hanya kurang makan sayur sana yang menyebabkan anak mengalami konstipasi. Ada juga anak yang mengalami hal tersebut disebabkan kurang makan. Makan apapun, tidak hanya sayuran lho bu. Bagaimana bisa buang air besar secara normal jika tidak banyak makanan yang dikonsumsi? Logikanya seperti itu.

Itulah mengapa ketika anak susah makan, ibu tidak boleh membiarkan begitu saja. Sayangnya, banyak orang tua hanya menyiapkan lebih banyak susu sebagai pengganti makanan. Padahal, hal tersebut akan menyebabkan masalah yang baru. Kebutuhan nutrisi tidak tercukupi dan akhirnya perkembangan anak terganggu. Bagaimanapun juga, susu itu suplemen, bukan sumber nutrisi utama ya bu.

Ada banyak cara untuk mengatasi anak susah makan. Dan ini artinya ibu juga berupaya mencegah konstipasi pada anak. Contohnya saja membuatkan menu makanan biasa namun dengan tempilan yang lebih menarik. Merubah tempat makan si kecil juga bisa ibu lakukan untuk meningkatkan nafsu makan anak. Dan banyak hal lain yang bisa ibu coba.

Terlepas dari berbagai penyebab konstipasi pada anak balita, sudah sepatutnya ibu tahu bagaimana agar masalah tersebut tidak dialami oleh si kecil. Salah satunya dengan cara melakukan jadwal makan secara ketat. Ibu harus tentukan pada jam berapa saja anak harus makan.

Selain itu, akan lebih baik jika ibu memberi contoh agar anak selalu makan sayur dan buah setiap hari. Meskipun kurang makan sayur bukan satu-satunya penyebab konstipasi, namun perannya sangat krusial.

Begitu juga dengan pemilihan susu. Ada banyak sekali susu balita yang ada di pasaran. Mana yang terbaik? Bukan harga yang mahal yang menjadikan susu balita terbaik. Kandungan yang seimbang yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan. Perhatikan kandungan protein, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh balita ibu atau tidak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konstipasi bisa saja disebabkan susahnya tubuh si kecil mencerna protein yang ia dapatkan. Untuk mencegah hal tersebut, lihat kadar atau kandungan protein di dalam susu. Kandungan protein yang tepat tidak akan membuat anak mengalami konstipasi. Jadi, memberikan susu balita terbaik menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah konstipasi pada anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *