Langkah Memenuhi Gizi Ibu Menyusui

mmenuhi gizi ibu menyusui

Awal Sehat Nestle

Memenuhi gizi ibu menyusui tentu menjadi prioritas ayah dan bunda ketika anak pertama lahir masuk ke dalam dunia pasangan yang beruntung ini. Bagaimana tidak ? bunda adalah kunci perkembangan awal bayi, karena bunda lah sumber makanan bayi pertama kali. Makanan yang diperlukan si kecil untuk tetap tumbuh besar. Untung saja di artikel langkah memenuhi gizi ibu menyusui, akan dijelaskan hal hal yang perlu diperhatikan demi kelancaran pertumbuhan bayi dimulai dari masa menyusui. Apa sajakah hal hal itu ?

1. Kalori dan rasa khawatir Kehamilan membuat berat badan naik, hal ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Banyak wanita merasa perlu segera mengembalikan bentuk tubuh usai melahirkan dan inilah sebab pemicu rasa khawatir dan paronia pada kalori. Sebenarnya bunda tidak perlu memusuhi kalori karena dengan makanan yang tepat, kalori adalah anugrah pemberian tuhan. Bahkan, berdasarkan kesehatan, seorang wanita dalam kondisi menyusui membutuhkan 2000 sampai 2500 kalori sehari hanya demi menggantikan energi dan nutrisi yang hilang selama satu kali sesi menyusui, padahal seperti yang telah diketahui, menyusui tidak sekedar sekali dua kali dalam sehari apalagi jika bayi baru saja lahir. Kalaupun rasa cemas akan kalori tetap menghantui anda, coba konsultasikan dengan dokter kepercayaan anda guna mengetahui keperluan gizi ibu menyusui . Karena lebih baik anda mengurangi berat badan perlahan lahan dibanding memaksa berat badan anda turun secara instant dalam satu waktu. Bahkan di luar menyusui, penurunan berat badan secara drastis saja sudah cukup berbahaya, apalagi ketika ada bayi yang sedang ditanggung. Ketika berat badan turun drastis kala menyusui hal ini tidak menguntungkan baik untuk ibu dan bayi. Berat badan menurun berbanding lurus dengan air susu bunda dan energi bunda. Terdengar tidak menyenangkan bukan ?

Menurunkan berat badan memang boleh saja, tapi perlu ditekankan penurunan harus signifikan dan perlahan mengingat tubuh ibu diharapkan tetap segar bugar demi malaikat kecilnya. Kebanyakan perempuan bisa menurunkan 0.4 kilo gram per minggu dengan mendapat asupan kalori yang baik dan olah raga rutin, ditambah dengan kesabaran dan rutin.

2. Lemak tidak selamanya musuh anda Telah lama tertanam di masyarakat khususnya kaum hawa bahwa lemak adalah musuh. Hal ini salah besar. Hanya karena ada lemak buruk bukan berarti semua lemak itu jahat ! Malah lemak juga diperlukan sebagai bagian dari tubuh anda, toh lemak baik yang bisa membantu tubuh bekerja lebih baik juga ada. Dimana bisa bunda temukan lemak baik ?

Lemak baik bisa anda temukan di bahan makanan yang terkenal sehat seperti minyak zaitun, minyak sayur, ikan berlemak seperti ikan salem, buah alpukat, dan beragam jenis biji bijian. Malah sangat dianjurkan untuk memasukkan daftar bahan makanan tersebut demi memenuhi gizi ibu menyusui cara enak. Mulai memasak menggunakan minyak zaitun sebagai contohnya.

Sayang, layaknya memilih teman, lemak juga ada yang tidak baik. Lemak jenis ini sulit dicerna oleh tubuh dan malah hanya mengendap di dalam sehingga membuat tubuh beresiko sakit di kemudian hari. Boleh saja jika anda masih mengkonsumsi, namun

segera batasi demi kesehatan bayi dan anda sendiri. Contoh bahan yang mengandung lemak jahat termasuk namun tidak terbatas seperti minyak kelapa sawit, dan mentega.

Apabila terlalu banyak lemak jahat menumpuk di dalam tubuh bunda, kemungkinan besar air susu ibu terkontaminasi sehingga si kecil yang meminum air susu ibu cenderung terkena diabetes, dan kolesterol ketika ia beranjak dewasa.

3. Ikan, sahabat baru Jika sebelum memiliki anak, bunda sangat enggan melirik masakan dengan ikan sebagai bahan utama, mungkin bunda ingin berpikir ulang. Ada banyak manfaat yang terkandung dalam ikan. Tentu saja, manfaat ini tidak hanya bagi diri anda sendiri namun juga bagi malaikat kecil bunda ayah. Apa sih, yang membuat ikan begitu spesial ? mungkin terbesit pertanyaan itu di benak anda. Ikan, terutama ikan salem, banyak mengandung DHA, EPA, dan omega-3. Ketiga tiganya memegang peranan penting dalam perkembangan otak anak dengan cara menguatkan memori anak dan juga mempercepat alur informasi antar bagian otak yang satu dengan yang lain, tentu bunda dan ayah menginginkan anak berotak cerdas, ikan adalah salah satunya.

Bagi bunda sendiri DHA juga sangat berguna. Pada suatu penelitian di Amerika menunjukkan bahwa perempuan yang kekurangan DHA terlebih perempuan menyusui yang jarang mengkonsumsi ikan cenderung memiliki kemungkinan depresi pasca melahirkan yang cukup tinggi. Perasaan depresi ini menyebabkan perempuan merasa tidak berguna, tidak mampu dalam melakukan hal apapun, sehingga malas bergerak karena ada tekanan yang tak seorang pun mengerti bahkan diri perempuan sendiri.

Meski bunda tetap menolak mengkonsumsi ikan dan malah memilih suplemen suplemen dengan klaim omega 3 maupun DHA, sebenarnya tidak ada masalah selama bunda berkonsultasi dahulu kepada dokter gizi. Ingat, bunda tidak lagi makan untuk diri sendiri namun juga untuk malaikat kecil kesayangan ayah bunda.

Perjuangan tidak akan percuma jika mengetahui apa ilmu di balik perjuangan tersebut. Bunda kini sudah tahu apa saja hal yang perlu diperhatikan selama masa menyusui. Kini hanya kerja sama antar ayah dan bunda yang menentukan pertumbuhan anak ke depan dengan cara terus menjaga kesehatan dan mencoba tetap memenuhi gizi ibu menyusui.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *