Makanan pertama bayi berbahaya!

makanan pertama untuk bayi

Source: Kidspot

Makanan pertama bayi bukan sekedar pengenalan kosong yang semua makanan bisa. Bayi membentuk kebiasaan makan di usia yang sangat dini. Bisa dibilang pemberian makanan bunda pada usia belia merupakan cikal bakal makanan favoritnya kelak. Pengalaman yang baik akan menimbulkan kesan lancar, sehingga terbentuk namanya rasa suka dari terbiasa.

Ilmu pengetahuan sering menjadi dasar pengambilan keputusan yang kurang tepat. Termasuk topik makanan, orang tua mungkin tidak bermadsud memberi jenis makanan yang buruk, tapi karena ‘tidak tahu’ malah anak mendapat masalah. Keterbatasan ilmu seputar pantangan makanan bayi inilah yang seharusnya sangat diperbaiki dan jangan dijadikan ‘alat’ untuk lari dari kesalahan.

1. Minuman bersoda

Pertama dan paling penting, anda mungkin berpikir tidak mungkin ada orang tua yang memberi bayinya minuman bersoda. Kenyataan yang cukup ironis, ada beberapa orang yang menganggap soda merupakan minuman yang layak untuk bayi. Entah faktor rasa yang unik, atau kepercayaan produk minuman soda bisa meringankan masuk angin, yang jelas keputusan memberi bayi minuman bersoda harus dipertanyakan.

Bila anda termasuk golongan orang tua pecinta soda untuk si kecil, ada beberapa alasan yang membuat ayah bunda harus berpikir ulang. Asam pada soda, sangat mungkin merusak gigi bayi yang sedang dalam masa tumbuh. Belum lagi, kafein dalam soda mendorong mata bayi tetap melek sepanjang hari, dan sangat tidak baik bagi tumbuh kembangnya.

2. Permen

Hidup itu enak kalau manis terus, apalagi kalau secara harfiah dalam bentuk permen. Memang, rasa manis memunculkan rasa bahagia, dan bayi bisa dengan sangat mudah jatuh cinta dengan permen. Hal yang nikmat belum tentu mendatangkan berkah mungkin kalimat yang tepat untuk produk permen.

Kuman dan bakteri dalam gigi sangat menyukai gula. Otomatis, bayi yang kecanduan gula punya resiko kerusakan dan sakit gigi lebih besar dibanding mereka yang jarang konsumsi permen. Sekali jatuh hati, memisahkan bayi dari permen akan mendekati mustahil. Jauhkan permen dari pandangan anak sejauh mungkin, tanpa perlu penjelasan, tentu permen termasuk makanan bayi pertama berbahaya.

3. Junk food

Lagi enak pergi keluar kota, pasti nyaman makan junk food alias makanan cepat saji. Rasanya yang nikmat, dan tak memerlukan piring ribet membuat junk food begitu populer. Tak jarang, fenomena bunda atau ayah menyuapi bayi dengan makanan cepat saji bertebaran dimana-mana.

Bahasa junk food terdiri dari 2 kata yakni sampah (junk) dan makanan (food). Pencipta junk food sendiri sudah mengakui kalau makanannya bagaikan sampah, enak tapi tidak berguna bagi keberlangsungan tubuh. Kalau orang dewasa yang sudah matang pertumbuhan, sih, tidak masalah menyantap makanan cepat saji. Lain cerita dengan bayi yang sangat butuh asupan nutrisi dan gizi.

4. Serba instant

Masuk ke mini market jaman sekarang, sudah bak hidup di era fiksi ilmiah. Beredarnya makanan instant yang terkesan sehat seperti sandwich, salad, bahkan nasi goreng cepat saji yang hanya butuh modal microwave beberapa menit membuat konsumen merasa sedikit lebih aman. Anggapan makanan yang dibeli punya kesehatan yang sama membuat beberapa orang tua menyuapi bayi dengan entengnya.

Alasan kenapa makanan instant begitu enak bahkan di waktu lama adalah kandungan sodium yang cukup tinggi. Keberadaan garam, seperti yang telah banyak dibahas dalam dunia kesehatan tidaklah salah selama porsinya masih tepat. Mayoritas kandungan makanan microwave berisi garam, bisa dibilang bayi makan garam bukan gizi. Ibarat timbangan, mungkin gizi bisa ‘terhempas’ begitu kadar garam masuk hitungan.

5. Kripik kentang kemasan

Tekstur renyah dengan ragam rasa nikmat, membuat bayi menyantap kripik dengan lahap. Rasa tak berdosa ayah bunda didasari pengetahuan kalau kentang itu sehat. Tidak keliru memang, kentang memang bergizi. Beragam kandungan dalam kentang dan rasanya yang unik menjadikan sayuran satu ini aman untuk bayi.

Kentang biasa memang bagus untuk bayi, lain cerita dengan kentang kemasan. Produsen kentang kemasan tidak pernah klaim bayi layak jadi konsumen. Demi mempertahankan rasa, sekali lagi, produsen menggunakan garam dengan kadar tinggi. Adanya garam membuat bayi cepat kenyang, sehingga ruang untuk makanan bergizi lainnya semakin sempit.

6. Teksur lengket

Gigi bayi mungkin saja sudah tumbuh, tapi jumlahnya tidak bisa diberi tepuk tangan. Kalau bayi senyum, bisa jadi hanya satu atau dua gigi yang muncul. Ini kenapa tekstur lengket bukan ide bagus untuk bayi, karena selain menyangkut di langit mulut, bayi bisa saja tersedak. Tahukah anda, kematian karena tersedak saja tidak sedikit.

Keju, kurma, buah kering, dan semacamnya punya tekstur sulit dikunyah, meskipun itulah pesonanya. Kadangkala, bayi sudah masa bodoh dengan kunyahan dan langsung menelan. Sebetulnya anda masih bisa memberikan makanan dengan tekstur lengket namun pastikan ukuran makanan pas di mulut. Membuat bubur dari bahan-bahan tersebut bukan ide buruk, lho.

Memilih makanan bayi tidak selalu sulit. Dibanding pantangan, justru anjuran jauh lebih banyak dan berwarna. Salah satunya adalah Nestle Cerelac. Tidak perlu sedih bila anda pernah salah pilih hidangan atau minuman untuk si kecil. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, selalu ada ruang untuk membenahi diri guna masa depan anak yang lebih cerah.

Anak adalah individu berbeda yang sebaiknya tidak dipukul rata. Tetap bicarakan dengan ahli kesehatan untuk kasus-kasus khusus diluar daftar makanan pertama bayi yang telah dicantumkan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *