Makanan Sehat untuk Balita di Sekolah

makanan bergizi untuk anak

www.ibudanbalita.com

Kesadaran akan pendidikan mendorong pendidikan sejak dini. Sudah sangat normal bila balita turut masuk dalam dunia pembelajaran. Salah satu persiapan yang harus dilakukan tentu saja menyiapkan bekal. Namun pastikan bekal tersebut tergolong makanan sehat untuk balita. Kalau masih bingung, 9 rekomendasi makanan dibawah ini mungkin dapat berikan inspirasi.

  • Mie goreng

Asia sepertinya tak pernah lepas dari yang namanya mie. Ya, kuliner berbahan dasar tepung kentang dan tepung kacang hijau ini memang sangat populer dengan beragam cara pengolahan. Indonesia sendiri patut berbangga, mengingat produk mie instant mencapai pasar global dan diakui rasa mantapnya.

Anak ternyata bisa mendapatkan manfaat dari makan mie, selama jangan dicampur nasi, dan tidak memakai bumbu kemasan. Faktor yang memicu rasa sakit setelah makan mie sebetulnya terletak pada bahan kimia bumbu instant. Sodium, mampu memicu rasa ketagihan dan menurunkan fungsi otak apalagi dengan kandungan lain yang tak kalah berbahaya. Mie boleh saja instant tapi untuk menyedapkan rasa sebaiknya pakai rempah alami.

  • Buah pir

Alergi merupakan dilema yang cukup umum di kalangan anak-anak. Rasanya menemukan si kecil gatal dan bersin akibat reaksi alergi sudah bukan berita baru lagi. Namun, sebagai orang tua tentu tidak ingin buah hatinya terus menerus menderita setiap kali mendekati sesuatu atau konsumsi hidangan. Apalagi, kalau anak sedang di sekolah, duh, tidak ingin mendapat kabar dirinya keluar kelas karena sakit.

Buah pir memang jarang masuk forum diskusi. Citarasa buah pir yang terbilang hambar membuat beberapa orang tua kurang minat untuk diberikan pada si kecil. Padahal, di antara semua buah, pir merupakan satu-satunya buah yang jarang menimbulkan reaksi alergi apapun. Menghidangkan pir dengan sirup atau cairan manis lain bisa buat buah satu ini makanan yang asyik.

  • Raisin

Manis dan asam, karakter raisin yang paling kental. Umumnya raisin digunakan sebagai bahan pelengkap hidangan lain, misalkan roti atau kue. Berhubung bentuk raisin kecil namun rasanya kuat, maka sangat cocok diselipkan dalam bahan. Sebetulnya, raisin dapat pula dimakan mentah (tanpa perlu pengolahan) dan tergolong makanan yang tidak ribet dijadikan bekal.

  • Waffle gandum

Waffle merupakan bagian hidangan sarapan wajib di daerah Amerika serikat, dan negara barat lainnya. Kendati demikian, waffle sangat cocok dimakan saat makan siang sekalipun. Terlebih, waffle sangat mungkin dimakan dengan beragam manisan menjadikan hidangan satu ini cocok untuk bekal anak kecil.

Tentu saja faktor kesehatan harus diperhatikan. Waffle memang sering dikatakan bikin gendut, padahal tidak selamanya demikian. Usahakan memakai subtitusi bahan, seperti tepung gandum dibanding tepung serbaguna untuk meningkatkan kualitas waffle.

  • Biskuit oatmeal

Oatmeal menanjaki tangga popularitas akibat gaya hidup sehat yang kian populer di era modern. Serat yang tinggi dengan kandungan lemak yang tidak melimpah membuat oatmeal sahabat baik jantung dan hati. Cukup disayangkan rasa oatmeal memang sedikit aneh terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan biji-bijian.

Membiasakan si kecil makan oatmeal sejak dini tentu membantu dirinya kelak hidup lebih sehat. Tidak perlu menghidangkan oatmeal dengan tekstur bubur yang hanya bikin berantakan. Buat saja oatmeal menjadi biskuit. Selain rasanya lebih enak dengan tekstur renyah favorit anak kecil, faktor kesehatan akan terpenuhi.

  • Tomat dan jeruk nipis

Mana lagi sayuran dengan kesegaran tinggi selain tomat. Bahkan kalangan vegetarian alias orang yang menolak konsumsi produk hewani banyak menggunakan tomat untuk menimbulkan sensasi daging segar pada hidangan subtitusi. Vitamin dalam tomat juga sangat berguna untuk perkembangan buah hati sehingga tidak ada salahnya memasukkan bahan satu ini dalam bekal anak.

Tomat dengan rasa segar kadang terlalu kuat untuk anak kecil. Kendati demikian potensi tomat untuk menambah cita rasa dengan dukungan bahan lain sangat mungkin. Bangsa meksiko sering memanfaatkan rasa asam jeruk nipis untuk menambah ‘gairah’ tomat. Apalagi di cuaca panas, paduan tomat dan jeruk nipis akan sangat menyegarkan. Jangan lupa menakar jeruk nipis, jangan sampai membuat anak mengerutkan dahi.

  • Keju

Kalsium, dan vitamin D, dua kandungan yang sangat dibutuhkan balita. Pasalnya, hanya kandungan inilah yang membantu meningkatkan fungsi tulang. Wajar saja, gerak tubuh super aktif balita tentu membutuhkan tulang yang kuat. Pertanyaannya adalah adakah sumber kalsium dan vitamin D yang tidak ribet?

Susu merupakan bahan yang cukup ajaib dimana beda olah saja sudah menghasilkan bahan berbeda. Turunan susu yang menyehatkan namun ideal dimakan dimana saja adalah keju. Apalagi, sebagian besar orang mulai dari balita hingga dewasa menyenangi rasa asin keju. Tentu memberikan keju dalam kotak bekal anak berikan rasa nikmat tersendiri di jam makan siang.

  • Jus buah seratus persen

Buah-buahan memberikan nutrisi dan vitamin yang cukup tinggi. Namun, buah potong tidak selalu jadi pilihan favorit, karena beberapa buah seperti pisang akan berubah warna yang kurang mengundang selera. Cara mengakali perubahan penampilan buah salah satunya adalah dibuat jus. Luangkan waktu beberapa menit di malam hari untuk membuat jus buah murni kesenangan si kecil.

  • Gimbal sehat

Aneka bahan mungkin buat bunda bingung, apalagi kalau jadwal cukup padat hingga mencoba beragam resep sangatlah sulit. Daripada pusing, cobalah mencampurkan beragam macam bahan makanan sehat dalam satu bekal. Kacang, buah kering, keripik pisang sangat cocok untuk makanan sehat untuk balita namun tetap memanjakan lidah.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *