Mari Ketahui Gejala Infeksi Pencernaan Pada Balita

infeksi pencernaan pada balita

www.friso.co.id

Kasus infeksi pencernaan pada balita memang sering ditemui. Diare merupakan salah satu gejala umum gangguan pencernaan, apalagi bila disertai dengan muntah. Ini sering terjadi pada bayi yang berusia 6 bulan ke atas, dan kebanyakan kasus disebabkan oleh masalah kebersihan oral bayi.

Pada tahap usia ini si kecil senang mengeksplorasi berbagai benda melalui mulut, karena pada tahap ini mulut adalah indera perasa yang paling mudah digunakan si kecil untuk mengidentifikasi benda. Hal ini juga dapat terjadi saat ia sedang tumbuh gigi.  Tumbuhnya gigi menyebabkan gabungan antara sensasi nyeri dan geli, hingga secara refleks ia akan memasukkan tangan ke dalam mulut.

Dua kebiasaan ini bisa dikatakan tidak higienis karena belum tentu tangan atau mainan yang dimasukan ke dalam mulut cukup bersih. Kuman yang berpindah akan tertelan dan masuk ke dalam saluran cerna hingga menyebabkan infeksi. Saat si kecil mengonsumsi makanan yang tidak biasanya ia makan  selain keracunan makanan, kemungkinan lainnya adalah ini merupakan reaksi alergi makanan. Pada biasanya, infeksi saluran pencernaan disebabkan virus atau keracunan makanan tidka membutuhkan antibiotik. Namun jika dibiarkan terlalu lama atua terlambat penanganannya, ini bisa berubah menjadi masalah yang fatal. Tidak hanya menganggu slauran cerna si kecil, ini pun dapat menghambat proses tumbuh kembangnya.

Cara Mengatasi Infeksi Pencernaan Pada Balita

Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut dengan paksa atau dengan kekuatan. Muntah merupakan refleks protektif tubuh karena dapat berfungsi melawan toksin yang tidak sengaja tertelan. Selain itu, muntah merupakan usaha mengeluarkan racun dari tubuh dan bisa mengurangi tekanan akibat adanya sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan. Secara umum, muntah terdiri atas tiga fase, yaitu mual, retching atau manuver awal untuk muntah, dan regurgitasi atau pengeluaran isi lambung, usus ke mulut.

Muntah pada anak sering menimbulkan kecemasan bagi orang tua. Hal tersebut sangat wajar karena muntah yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan yang merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan pada anak. Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan peningkatan tekanan di dalam perut khususnya lambung dan mengakibatkan keluarnya isi lambung sampai ke mulut. Beberapa kondisi yang dapat merangsang pusat muntah di antaranya berbagai gangguan di saluran pencernaan baik infeksi termasuk gastroenteritis karena rotavirus dan non infeksi seperti obstruksi saluran pencernaan, toksin di saluran pencernaan, gangguan keseimbangan, dan kelainan metabolik.

Penyebab Infeksi Pencernaan Pada Balita

Berikut ini beberapa penyebab infeksi saluran pencernaan si kecil:

–  Terkena infeksi virus dan gastroentritis akut.

Penyebab paling sering adalah infeksi virus di antaranya adalah gastroenteristis akut biasanya oleh virus khususnya rotavirus. Infeksi diare pada anak paling sering disebabkan karena infeksi rotavirus. Infeksi diare karena rotavirus ini sering diistilahkan muntaber atau muntah berak. Gejala infeksi rotavirus atau virus lainnya berupa demam ringan, diawali muntah sering, diare hebat, dan atau nyeri perut.

Muntah dan diare merupakan gejala utama infeksi rotavirus dan dapat berlangsung selama 3-7 hari. Infeksi rotavirus dapat disertai gejala lain yaitu anak kehilangan nafsu makan, dan tanda-tanda dehidrasi. Infeksi rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi ringan dan berat, bahkan kematian. Infeksi virus bukan rotavirus biasanya hanya terdapat keluhan muntah sering tanpa diikuti diare yang hebat

– Terkena alergi dan hipersensitif saluran cerna.

Pada anak penderita alergi khususnya dengan gastrooesephageal refluks. Pada penderita ini, biasanya keluhan muntah atau gumoh sering saat usia di bawah usia 6- 12 bulan. Setelah usia itu keluhan berangsur berkurang dan akan membaik palaing lama setelah usia 5-7 tahun. Pada umumnya usia 3-6 bulan muntah hanya 2-5 kali perhari dan kan membaik dengan pertambahan usia.

Serangan gangguan muntah akan lebih berat saat terjadi infeksi saluran napas atau infeksi virus lainnya. Keluhan infeksi virus biasanya disertai keluhan demam, badan hangat, badan pegal, nyeri otot, sakit kepala, nyeri tenggorokan, batuk atau pilek. Makanan pada penderita alergi makanan bisa menyebabkan muntah tetapi hanya lebih ringan dan dalam beberapa saat akan berkurang. Penderita alergi dengan GER biasanya disertai dengan alergi pada kulit, hidung dan saluran napas.

  • Stenosis pilorus

Ini merupakan gangguan yang terjadi pada bayi berupa penyempitan pada bagian ujung lubang tepat makanan keluar menuju ke usus halus. Akibat penyempitan tersebut, hanya sejumlah kecil makanan bisa masuk ke usus, selebihnya akan dimuntahkan sehingga anak mengalami penurunan berat badan. Kondisi ini biasanya menyebabkan muntah sangat kuat dan merupakan indikasi untuk operasi mendesak.

–  Sistem sensorik dan otak

Penyebab dalam sistem sensorik di antaranya adalah gerakan, motion sickness (yang disebabkan oleh overstimulation dari labirin kanal-kanal telinga), dan penyakit ménière (kelainan yang memengaruhi bagian dalam telinga). Penyebab di otak di antaranya, gegar otak, perdarahan otak, migrain, tumor otak, yang dapat menyebabkan kerusakan kemoreseptor dan intrakranial jinak hipertensi dan hidrosefalus.

– Gangguan metabolik

Hal ini mungkin mengganggu baik pada perut dan bagian-bagian otak yang mengkoordinasikan muntah, hypercalcemia atau kadar kalsium tinggi, uremia atau penumpukan urea, biasanya karena gagal ginjal, adrenal insufisiensi, hipoglikemia dan hiperglikemia.

–  Reaksi obat

Infeksi pencernaan pada balita dapat terjadi sebagai respon somatik akut, efek dari alkohol, opioid, selective serotonin reuptake inhibitor. Banyak obat kemoterapi dan beberapa entheogen seperti peyote atau ayahuasca yang menyebabkan muntah.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *