Melatih Anak Percaya Diri Bisa Dilakukan Sejak Balita

perkembangan bahasa anak

friso.co.id

Rasa sayang tidak seharusnya ditunjukkan dengan memberikan semua yang diinginkan oleh anak. Seharusnya, hal tersebut ditunjukkan dengan meluangkan waktu dan perhatian untuk melatih anak percaya diri. Karena kepercayaan diri inilah yang menjadi modal berharga ketika anak dewasa nanti.

Banyak orang tua merasa anak mereka perlu mendapatkan semua fasilitas yang dibutuhkan. Maka tidak jarang orang tua rela membelikan permainan apa saja yang menurut mereka bisa menunjang kemampuan si kecil.

Akan tetapi, mereka lupa ada satu kunci yang membuat anak terus berkembang, yaitu percaya diri. Percuma saja mereka memberikan fasilitas namun anak tidak percaya diri. Dan ternyata, fasilitas seperti komputer, gadget canggih, dan permainan lainnya tidak searah dengan tingginya kepercayaan diri anak.

Pola pikir ini yang harus dirubah. Sebagai orang tua, adalah sebuah kewajiban bagi untuk untuk tahu dan mengimplementasikan bagaimana tips membuat anak percaya diri.

Mundur Selangkah

Naluri orang tua adalah keinginannya untuk selalu membantu anak untuk menyelesaikan semua hal. Ternyata, inilah yang membuat anak kurang percaya diri. Anak cenderung manja dan memiliki ketergantungan dengan orang tua.

Mungkin ibu berpikir hal tersebut tidak menjadi masalah besar jika anak masih sangat kecil. Ternyata tidak demikian. Ini masalah kebiasaan. Jika mulai dari kecil ibu membiasakan anak tergantung pada ibu, maka sampai saat dewasa nanti ia akan terus melakukan hal tersebut.

Itulah mengapa ibu sebagai orang tua sebaiknya mundur satu langkah. Sebaiknya sesekali ibu membiarkan anak berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Biasakan agar anak membuang sampah, merapikan mainannya sendiri, bermain dan menyelesaikan game tanpa bantuan, dan lain sebagainya. Dan ketika sudah balita sekitar usia 3 tahun tahun di mana anak sudah mulai masuk sekolah PAUD, ibu bisa mengajarkan agar anak mempersiapkan semua peralatan sekolah sendiri. Membuat anak mandiri inilah kunci untuk melatih balita percaya diri.

Jangan Terlalu Memuji

Memberikan penghargaan dan pujian itu bentuk support atau penambah semangat agar anak bisa melakukan sesuatu lebih baik lagi. Ini hal klise yang sering dikatakan oleh orang tua. Apakah ibu beranggapan yang sama?

Tahukah ibu pujian bisa menjadi racun untuk anak? Ini terjadi ketika ibu memberi pujian yang berlebihan. Pasalnya, pujian bisa membuat anak merasa sudah hebat dan akhirnya tidak berani melakukan hal yang lebih lagi. Padahal, kepercayaan diri itulah yang membuat anak terus berkembang. Maka dari itu, memberikan pujian secara berlebihan membuat anak tidak mau berkembang lagi.

Tentu saja bukan berarti ibu tidak boleh memberikan pujian. Boleh saja ibu memuji sang buah hati. Akan tetapi, pastikan pujian tersebut ibu berikan pada waktu yang tepat sehingga pujian tidak menjadi racun yang membuat anak merasa tidak perlu melakukan hal yang lebih baik lagi.

Memberikan Pilihan

Ini hal kecil namun efektif untuk melatih anak agar percaya diri. Memberikan pilihan. Saat masih kecil, ibu bisa memberikan pilihan apakah makan nasi atau mie. Ibu juga bisa memberikan pilihan antara membeli baju warna hijau atau merah. Dan banyak sekali hal yang bisa membuat anak memilih. Ini bukan sekedar memilih. Dalam proses memilih, anak sebenarnya sedang belajar membuat keputusan sendiri. Dan ketika anak berani memutuskan sendiri, maka pada saat itulah anak memiliki kepercayaan diri.

Seperti ini hal yang sepele. Memang sepele. Namun, bayangkan ketika anak sudah mulai sekolah. Karena sudah terbiasa untuk memilih sendiri, maka logiknya akan terbentuk. Ia terbiasa melakukan reasoning atau memberikan alasan ketika harus memilih, seperti memilih untuk belajar mata pelajaran tertentu, fokus untuk melakukan olahraga tertentu, dan lain sebagainya. Dan hal ini akan terus ia lakukan sampai ketika ia dewasa nanti. Bukankah ini modal yang berharga untuk sang buah hati?

Biarkan Anak Gagal

Terkadang orang tua terlalu terlibat dalam banyak hal yang berhubungan dengan anak. Contohnya saja dalam memilihkan cabang olahraga yang harus ia tekuni, memilihkan sekolah, dan lain-lain. Hal tersebut disebabkan orang tua merasa tahu apa yang terbaik untuk anak. Dan dalam porsi tertentu, orang tua memiliki keyakinan jika anak bisa gagal ketika memilih sesuatu. Itulah mengapa orang tua mengarahkan anak untuk melakukan hal yang lain.

Dalam hal ini, ibu harus ingat kegagalan itulah yang menjadi cara melatih kepercayaan diri anak. Semakin sering anak mengalami kegagalan, maka ia akan semakin percaya diri. Bayangkan saja bagiamana jika anak ibu sejak kecil memiliki perjalanan yang mulus. Dan ketika dewasa, ia mengalami kegagalan. Ia akan langsung down dan kehilangan semangat. Berbeda dengan anak yang sudah terbiasa dengan kegagalan. Saat dewasa, ia sudah tahu rasanya gagal dan bagaimana cara mengatasi kegagalan tersebut karena ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Jadi, percaya diri itu modal yang sangat berharga. Maka dari itu, melatih anak agar mendapatkan kepercayaan diri seharusnya dilakukan sejak dini. Ibu bisa melatih hal ini sejak anak masih balita. Mulailah dengan hal sederhana untuk melatih kemandirian. Karena inilah akar dari kepercayaan diri anak.

Fasilitasi anak untuk bisa meningkatkan kepercayaan dirinya. Eliminasi pemberian permainan yang justru membuat anak manja. Guru yang bisa melatih anak percaya diri tidak lain adalah ibu sendiri. Sekarang, ibu sudah belajar apa yang harus ibu lakukan. Ibu tinggal meluangkan waktu untuk mempratekkannya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *