Membuat Bubur Bayi Dari Labu

bubur bayi

Gracious Little Things

Ramadhan tidak diperuntukkan untuk orang yang sudah akil baligh saja, bahkan, bayi bisa merasakan indahnya Ramadhan dengan arahan orang tua. Tindakan kecil seperti memberi bubur bayi bertema bulan kemenangan tentu ide menarik. Peribahasa apa yang seseorang makan mencerminkan perilakunya tidak salah bukan ?

Secara ilmu pengetahuan, apa yang dimakan memang mencerminkan diri individu. Hal ini disebabkan, apapun yang dikonsumsi akan diserap oleh tubuh. Jika gizi yang terkandung baik maka baiklah namun jika buruk, maaf saja, tidak ada kebaikan yang terlihat baik internal maupun eksternal. Sebagai orang tentu tidak ingin malaikat kecilnya berubah menjadi setan kecil bahkan sebelum karakternya terbentuk hanya karena salah makan.

Meniti dari sudut pandang umat Islam, tentu tidak ada salahnya mencontek perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai junjungan. Segala hal yang dilakukan oleh nabi pasti memiliki manfaat tersembunyi, tinggal bagaimana manusia menggali kembali. Bukankah dalam ajaran Islam terdapat keharusan untuk terus belajar? Segala sesuatu yang diciptakan Allah baik di bumi sampai alam semesta ini layak dan masih luas untuk dipelajari.

Berhubung topik kali ini bubur bayi tema Ramadhan, tidak ada salahnya mencontoh makanan kesukaan Rasul sebagai bahan dasarnya. Sebetulnya ada banyak makanan kesukaan rasul. Seperti riwayat Tirmidhi “ Kemudian, perempuan tersebut menghidangkan masakan dari barley dan akar bits, Rasulullah SAW menyuruh Ali memakannya seraya berkata ‘lebih baik untuk kamu’ “ sebagai gambaran Rasul menyukai Barley. Selain itu ada pula Madu, jamur, dan anggur.

Di antara makanan kesukaan Rasul, terdapat satu bahan makanan lagi yang sepertinya cukup di istimewakan pada indera perasa Nabi Muhammad. Buah labu merupakan buah beruntung yang menarik minat Rasulullah, beberapa riwayat Tirmidhi menggambarkan betapa sukanya Rasulullah SAW terhadap labu berikut:

Rasul memasukkan labu ke sebagian besar semua masakan : “ Menurut cerita Jabir bersumber dari anaknya, Hakem. ‘Aku memasuki rumah Nabi Muhammad SAW dan aku lihat labu dipotong kecil – kecil. Aku bertanya untuk apakah gerangan. ‘Sesuatu yang kita masukkan dalam makanan untuk menambah rasa lebih enak’ Jawab beliau. “

Kesadaran sahabat terhadap senangnya nabi Muhammad terhadap labu :  “Anas bercerita bahwa Nabi Muhammad suka labu. Dia dibawakan makanan dan dijamu hidangan. Aku mengambil labu dan menaruh ke piring Rasulullah SAW terlebih dahulu sebelum diriku karena aku tau beliau menyenangi labu.”

Riwayat malik mengenai labu dan Nabi Muhammad “Yahya mengabarkan padaku dari Malik bahwa Ishaq ibn Abdullah ibn Abi Talha mendengar Anas ibn Malik berkata seorang penjahit mengundang penyampai pesan Allah, Rasullah SAW, untuk makan malam yang telah ia siapkan. Penjahit tersebut menyiapkan roti barley dan sup dengan labu sebagai bahannya. Aku melihat penyampai pesan Allah, Rasulullah SAW, menyantap labu dengan hidangan lainnya, jadi aku menyukai labu sejak hari itu”

Betapa istimewanya labu di mata Rasulullah termasuk untuk perkembangan anak. Setelah dilakukan studi lebih lanjut, labu tidak hanya bermanfaat sebagai pemuas nafsu makan saja, akan tetapi gizinya patut diberi tepuk tangan berdiri. Tidak hanya orang dewasa, bayi sekalipun bisa langsung rasakan manfaatnya.

Dalam satu cangkir labu yang sudah dimasak mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin K, asam folat dan Niacin. Mineral seperti Potassium, Phosphorus, kalsium, Sodium, dan zat besi tersembunyi dalam labu menjadikan buah satu ini sangat direkomendasikan untuk malaikat kecil ayah dan bunda. Dari nutrisi dan  pengamatan medis labu bisa mulai dikenalkan ketika usia bayi sudah menginjak 6 sampai dengan 8 bulan.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mengolah labu untuk bayi?

Mari dimulai dari masakan paling dasar yakni bubur. Sama halnya dengan buah – buahan, labu butuh dihaluskan terlebih dulu sebelum dihidangkan pada bayi. Terlepas dari labu bisa diolah dengan semua cara mulai dari rebus sampai goreng sekalipun, ada baiknya memilih panggang sebagai teknik utama. Berbeda dengan teknik lain, panggang mampu membuat labu lebih empuk tanpa menghilangkan nutrisi dan gizi penting untuk si kecil.

Berhubung masih resep yang sangat dasar, caranya pun cukup mudah dan cepat. Setelah labu dipanggang sekitar 40 menit dalam suhu 347 derajat Fahrenheit, potong kecil – kecil labu. Bila memiliki prosessor, gunakan, jika tidak blenderpun jadi. Haluskan labu hingga bertekstur bubur. Bila usia anak diatas 6 tahun, penambahan bubuk kayu manis bisa membuat rasa labu lebih ‘nendang’.

Mengingat labu termasuk buah yang fleksibel, padu padan dengan buah lain tidak akan ada masalah. Ambil contoh saja, buah apel. Buah yang cukup merakyat satu ini ternyata bekerja dengan sangat baik di lidah bila dipadukan dengan labu. Langkah untuk labu sama persis dengan dasar pengolahan, tinggal bagaimana merubah apel.

Panggang dilakukan pada labu, tapi merebus sangat cocok untuk membuat apel lebih empuk. Setelah kedua bahan siap, gunakan blender atau prosesor makanan untuk meleburkan keduanya. Biar lebih sehat, bunda juga bisa menambahkan oats masak ke dalam campuran labu dan apel. Renyah manis apel dipadu sehatnya Oats, dan labu pasti bikin keroncongan.

Labu memiliki potensi yang sangat luas. Kalau bunda suka masak, pasti demen atau betah eksperimen dengan labu. Membayangkan wajah si kecil senang melahap masakan pasti bikin hati berbunga. Kalaupun bunda bingung tapi ingin menghidangkan labu, sekarang banyak bubur bayi yang menawarkan labu atau gizi setara dengan labu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *