Mimisan Pada Anak Bukan Hanya Karena Cuaca

mimisan pada anak

www.sehatraga.com

Mimisan pada anak menjadi hal yang sangat menakutkan. Ini lebih mengkhawatirkan daripada flu atau pilek. Apalagi banyak anak mimisan yang akhirnya pingsan. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi.

Oleh sebab itu, ibu harus tahu apa itu penyebab mimisan dan bagaimana langkah pencegahannya. Yang pasti, mimisan yang dialami oleh anak kecil tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca. Memang yang paling sering adalah faktor cuaca yang ekstrim. Anak cenderung mudah mengalami mimisan saat pancaroba, yaitu ketika cuaca tiba-tiba berubah dengan begitu esktrimnya.

Akan tetapi, cuaca bukan satu-satunya penyebab mimisan pada anak lho. Ada beberapa faktor penyebab lainnya.

Faktor Penyebab Mimisan

Tahukah ibu jika mimisan itu rentan sekali dialami oleh semua anak balita? Ini berdasarkan penelitian ilmiah. Anak tidak hanya rentan dengan masalah kesehatan seperti flu dan demam. Mereka juga rentan mengalami mimisan.

Bahkan, ada yang mengatakan mimisan bisa disebabkan oleh faktor genetika. Artinya, penyakit ini disebabkan oleh keturunan. Akan tetapi, ibu tidak perlu khawatir. Anak yang mengalami mimisan karena faktor genetika akan sembuh sendiri ketika usianya menginjak 5 tahun. Jadi, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya.

Lalu, apa lagi penyebab mimisan selain cuaca dan genetika? Benturan. Balita sudah mulai belajar berjalan? Atau bahkan ia sudah mulai berani berlari? Ada kalanya anak tidak menangis ketika mengalami benturan. Anak diam karena takut ibu marah. Padahal, benturan pada bagian wajah bisa menyebabkan mimisan. Penyebab yang satu ini yang harus diwaspadai.

Ada kemungkinan juga ibu yang melakukan kesalahan. Banyak orang tua yang sangat ingin menjaga kesehatan tubuh sang buah hati. Tidak hanya bagian tubuh yang mudah dijangkau, tapi juga yang sulit seperti halnya kebersihan telinga dan hidung. Untuk membersihkan hidung, ibu harus ekstra hati-hati. Jika terjadi robek pada bagian dalam hidung, bukan tidak mungkin anak mengalami mimisan. Dan ini bisa sering terjadi jika robekan tersebut tidak segera tertutupi.

Yang perlu diantisipasi adalah mimisan yang disebabkan oleh kelelahan. Terkadang, anak tidak kenal waktu ketika ia sudah senang bermain dengan kawan hingga ia tidak merasa lelah. Ternyata, kelelahan bisa memicu mimisan lho. Ketika si kecil banyak beraktivitas secara fisik dan kelelahan, pembuluh darah bisa robek. Hal ini disebabkan pembuluh darah anak masih sangat tipis sehingga mudah robek. Akibatnya, ketika tekanan darah tinggi, maka si kecil bisa mengalami mimisan.

Jadi, banyak hal yang menyebabkan mimisan pada anak. Bukan hanya disebabkan oleh cuaca yang ekstrim. Terlepas dari berbagai penyebab mimisan tersebut, apakah ibu tahu tindakan paling awal yang harus ibu lakukan jika anak ibu mengalami hal ini?

Tindakan Penting Saat Anak Mimisan

Pasti panik. Tapi sebaiknya bukan hanya panik saja yang ibu lakukan. Do something. Dan hal utama yang harus ibu lakukan adalah membuat si kecil tenang. Jangan biarkan si kecil malah menangis. Memang reaksi pertama yang sering terjadi saat si kecil melihat ada darah yang keluar dari hidungnya adalah menangis. Namun, jangan biarkan hal ini berlarut-larut. Tenangkan si kecil. Menangis justru akan membuat darah tidak sengaja tersedot lagi ke dalam hidung. Dan itu bukan hal yang baik sekali.

Lalu, apa lagi yang harus ibu lakukan?

  • Buat Si Kecil Menundukkan Kepalanya

Menundukkan kepala perlu dilakukan agar darah tidak masuk ke dalam hidung lagi. Mintalah si kecil untuk bernafas melalui mulut, bukan melalui hidung.

Meskipun kepalanya harus menunduk saat anak mimisan, ibu tetap harus pastikan badannya tegap. Jadi, buat si kecil duduk di kursi yang nyaman agar badannya tegap sementara kepalanya saja yang menunduk.

  • Siapkan Tisu Kering

Jika darah terus mengalir, maka si kecil akan lemas. Bahkan, tidak banyak anak yang akhirnya pingsan. Hal ini disebabkan darah yang keluar terlalu banyak sehingga ia kehilangan kesadaran.

Untuk menghindari hal tersebut, ketika si kecil menundukkan kepalanya, ibu cepat lari mencari tisu yang kering. Tutup lubang hidung yang mimisan dengan tisu tersebut. Akan tetapi, ini tidak bertujuan untuk membuat darah berhenti mengalir. Menutup lubang hidung dengan tisu bertujuan agar sobekan kulit dalam lubang hidung yang menyebabkan mimisan bisa tertutup sehingga darah tidak terus keluar. Hanya saja, darah yang sudah terlajur keluar, maka harus dikeluarkan dari dalam lubang.

Tutup dengan tisu dan tekan pelan-pelan kurang lebih 10 menit agar robekan yang menyebabkan mimisan tertutup. Ini cara yang harus ibu lakukan untuk mengatasi mimisan pada anak.

Cukup melakukan dua langkah tersebut dan ibu sudah melakukan yang terbaik untuk sang buah hati. Yang pasti, jangan sampai mimisan membuat tubuh si kecil lemah dan akhirnya pingsan.

Bagaimana jika upaya yang sudah ibu lakukan tidak berbuah hasil? Jika darah masih keluar, ulangi menutup dengan tisu lagi. Lakukan lagi dan lagi hingga darah berhenti keluar. Akan tetapi, jika sampai beberapa kali darah tetap mengalir, segera bawa si kecil ke dokter anak.

Ada anak yang memang mudah sekali mengalami mimisan. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya ibu konsultasikan dengan dokter anak. Ibu bisa melakukan konsultasi secara online di www.ibudanbalita.com. Pencegahan harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beruntung jika ibu tahu saat anak mengalami mimisan. Bagaimana jika ia tidak bersama ibu? Tentu sangat berbahaya. Hal ini disebabkan mimisan pada anak bisa menyebabkan kehilangan kesadaran atau pingsan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *