Optimalkan Kemampuan Bahasa Anak Sesuai Dengan Usianya

Kemampuan bahasa anak

www.ibudanbalita.com

Kemampuan bahasa anak secara umum sudah terlihat ketika usianya menginjak 1.5 tahun. Meskipun pada saat itu si kecil baru bisa mengucapkan satu patah kata. Itupun masih sangat tidak jelas.

Namun, apa yang bisa diambil dari fakta tersebut? Bawasannya balita usia 1,5 tahun sudah mulai belajar bicara. Tinggal bagaimana orang tua mampu mengoptimalkan kemampuan berbahasa anak.

Yang tidak banyak orang tua ketahui adalah ternyata kemampuan berbahasa itu dipengaruhi oleh usia anak. Ini yang patut disayangkan. Tidak jarang anak yang belum fasih melafalkan bahasa ibu tapi sudah diajarkan bahasa asing. Dan apa yang terjadi? Anak sulit mengembangkan kemampuan berbahasa. Bahkan, ia sulit bersosialisasi dengan anak yang lain karena bahasa yang digunakan tercampur. Anak lain cenderung tidak nyaman bermain dengan anak tersebut.

Apakah ibu akan tetap mengajarkan bahasa asing kepada anak ibu? Akan lebih baik jika ibu mengajarkan bahasa sesuai dengan usianya. Ada tahap pengembangan bahasa anak usia dini.

Balita 2 Tahun Umumnya Menguasai 50 Kata

Sebuah penelitian menunjukkan secara umum balita usia 2 tahun sudah menguasai 50 kata. Ini bisa menjadi patokan perkembangan kemampuan berbahasa anak ibu. Setidaknya, ketika usianya sudah menginjak 2 tahun, seharusnya si kecil sudah bisa mengatakan beberapa kata. Bahkan, ia sudah bisa merangkai kalimat sederhana.

Coba ibu sekarang perhatikan apakah kira-kira perkembangan si kecil sudah sesuai dengan fakta tersebut di atas?

Pada usia 2 tahun, balita seharusnya diajarkan bagaimana merespon. Ia sudah tidak lagi hanya menirukan kata yang ibu ucapkan saja. Balita usia 1 tahun mungkin hanya bisa meniru apa yang ibu katakan. Saat usianya 2 tahun, ia seharusnya dibisa diajak untuk berinteraksi secara verbal.

Selain itu, ia sudah bisa mengerti apa yang ibu perintahkan. Ia juga bisa menjawab pertanyaan yang ibu tanyakan.

Sangat sederhana. Ibu hanya perlu membiasakan memberikan pertanyaan seperti “Sudah makan?” “mau pipis?” dan pertanyaan sederhana lainnya. Ulangi terus setiap hari dan lihat bagaimana perkembangannya.

Pernyataan Dari Rahil Briggs

Siapa itu Rahil Briggs? Beliau adalah seorang peneliti tentang psikologi anak. Lulusan Harvard ini menemukan fakta bawasannya kemampuan verbal anak itu berbeda-beda. Meskipun memang ada patokan secara umum, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan standard. Hal ini disebabkan perkembangan balita berbeda satu dengan yang lain.

Yang bisa ibu lakukan hanya membantu perkembangan bahasa anak cukup signifikan. Dan peran ibu sebagai orang tua sangat penting. Ibu bisa membaca artikel tentang mengoptimalkan kemampuan bahasa anak di situs www.ibudanbalita.com. Atau ibu bisa konsultasi dengan psikolog anak jika ibu merasa ada masalah dengan kemampuan berbahasa balita ibu.

Banyak hal yang harus ibu lakukan untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Tidak hanya berkembangan verbal, tapi juga perkembangan fisik dan juga perkembangan otaknya. Selain memberikan susu Frisian Flag yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan balita, stimulus dari luar juga perlu diberikan. Stimulus tersebut berupa latihan, kebiasaan, serta permainan yang bisa memacu si kecil untuk berkembang.

Apakah ibu sudah melakukan hal tersebut? Jangan sampai ibu baru merasa bersalah ketika ternyata perkembangan anak mengalami keterlambatan. Pantau tersebut perkembangan anak sembari mencari informasi tentang tahap-tahap tumbuh kembang anak.

Yang harus digaris bawahi, karena perkembangan kemampuan bahasa anak berbeda-beda, ibu tidak boleh memaksa anak agar sama dengan anak yang lain. Biarkan kemampuan berbahasa si kecil berkembang secara alami sembari ibu membantu dengan memberikan stimulus yang tepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *