Optimalkan Perkembangan Balita Dalam Hal Membaca

Setiap orang tua pasti ingin sekali melihat perkembangan balita baik. Dan salah satu cara untuk memastikan tumbuh kembang si kecil optimal adalah dengan menerapkan pola asuh yang tepat.

Ibu bisa saja sudah merasa memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Ibu sudah memberikan susu balita terbaik. Namun, yang tak kalah penting lagi adalah kehadiran ibu untuk membantu tumbuh kembang balita.

Salah satu bukti tumbuh kembang anak baik adalah bagaimana ia mampu membaca. Dalam hal ini, ibu harus tahu ternyata balita memiliki naluri alami untuk belajar membaca lho.

Kapan Balita Diperbolehkan Belajar Baca?

Secara teori pendidikan, balita yang baru berusia 3 tahun atau baru memasuki usia preschool tidak disarankan untuk diajari bagaimana cara membaca. Mereka harus banyak bermain.

Akan tetapi, ibu harus tahu bawasannya secara alamiah balita itu sudah mulai belajar membaca bahkan sebelum masuk sekolah PAUD. Hal ini lebih sering disebabkan kebiasaan ibu yang membaca. Dan anak ibu akan menirunya. Inilah naluri belajar anak, yaitu dengan cara meniru atau mencontoh apa yang dilakukan orang lain.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan? Selama anak merasa tidak terbebani dengan belajar membaca buku, maka ibu harus membiarkan kebiasaan baik tersebut. Bahkan, akan lebih baik jika ibu membantu si kecil dalam proses membaca buku. Ini akan membuat perkembangan anak menjadi lebih cepat dan lebih optimal.

Apakah ini berarti tidak sesuai dengan teori pendidikan anak usia dini? Jawabannya tidak. Balita tidak seharusnya belajar membaca. Apalagi jika mereka dipaksa untuk belajar membaca. Jadi, kata kuncinya adalah pemaksaan untuk bisa membaca.

Jadi, selama anak ibu dengan senang hati mau belajar membaca, maka ibu justru harus membantu proses tumbuh kembangnya tersebut.

Balita Belajar Membaca

Memang tidak mustahil anak yang masih belia sudah bisa membaca. Namun, yang dimaksud dengan belajar membaca bagi balita tidak seperti belajar membaca bagi anak yang sudah berusia sekolah.

Bagi balita, belajar membaca adalah belajar bagaimana kegiatan membaca. Dengan cara ini, maka anak ibu bisa memahami kegiatan membaca. Ibu bisa membacakan cerita sembari membawakan buku. Jadi, ibu bisa ajari bagaimana cara belajar membaca.

Dalam hal ini, sangat dianjurkan agar ibu menunjuk kata per  kata ketika ibu mengajari anak belajar membaca. Hal ini akan meningkatkan kesadaran bawasannya setiap kata ada makna yang berbeda.

Selain itu, dengan cara tersebut, balita bisa mengerti jika membaca itu dari kiri ke kanan. Dan sesekali, ibu bisa mengajarkan bagaimana mengucapkan kata.

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi bagaimana kebiasaan yang ibu lakukan setiap hari. Ibu harus ingat, anak belajar dengan cara mengamati serta mempratekkan apa yang ia lihat.

Untuk itu, ada baiknya mulai sejak dini, ibu berikan contoh yang baik. Lakukan hal yang baik dan sederhana agar anak bisa menirukan kegiatan tersebut. Ibu mengajari membuang sampah di tempat sampah, membersihkan rumah setiap hari, dan kegiatan baik lainnya.

Jika ibu ingin menanamkan kegemaran membaca, maka sudah selayaknya ibu melakukan kegiatan membaca buku setiap hari. Biarkan anak melihat apa yang ibu baca. Dan dengan demikian, si kecil akan menirukan apa yang ibu lakukan.

Ajaklah ia membaca buku meskipun ia belum bisa membaca buku. Dengan melakukan kegaitan seperti seolah-olah membaca buku, itu artinya ibu telah membantu mengoptimalkan perkembangan balita sekaligus menanamkan kegemaran membaca buku kepada si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *