Paduan Makanan Bayi 4 Tahun Aman Dan Sehat

makanan bayi 4 tahun

www.ibudanbalita.com

Menginjak usia 4 tahun merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Setelah melalui fase pertumbuhan tubuh dari bayi yang cuma bisa nangis sampai mampu berjalan dengan beragam tingkah menggemaskan. Fase belajar dan mengenal dunia yang belum pernah diketahuinya harus didukung makanan bayi 4 tahun yang tepat.

Pola makan bayi tidak sekedar masalah waktu pemberian saja. Bahan dasar apa saja yang digunakan, bagaimana cara mengolahnya, dan basis takaran makanan akan sangat menentukan kualitas hidangan. Pernyataan tersebut mungkin menjawab kenapa biaya jasa ahli gizi sangat mahal, dilema memang, mau sehat saja kuda merogoh kocek dalam.

Sewa ahli gizi mungkin sudah pada tarat ekstrem dimana kondisi benar-benar tak tertolong lagi. Kuliah bertahun-tahun yang musti ditempuh ahli gizi pasti tidak menghasilkan kemampuan perhitungan tak berdasar. Walaupun tak memakai jasa ahli gizi sekalipun, tidak menutup kemungkinan ayah dan bunda tetap bisa memilih makanan bayi yang tepat. Beberapa pengurangan dan penambahan berdasarkan pengetahuan umum saja sudah membantu meningkatkan kesejahteraan bayi.

Kunci pola makan bayi sehat adalah kombinasi yang tepat, disertai ketekunan dalam pemilihan bahan dan kemauan untuk teliti mengenai kandungan. Mendekati fase balita, si kecil umumnya sangat sulit diajak kerja sama di atas meja makan. Ada saja alasan buah hati untuk menjauhkan sesendok makanan dari mulut mungilnya. Inilah mengapa strategi pemberian makanan harus benar-benar sepadan dengan tiap suap.

Rasa takut manusia terhadap hal-hal baru tercermin di berbagai usia. Inilah kenapa demo dan protes terjadi karena manusia cenderung ingin berada dalam zona nyaman, demikian pula bayi. Seumur hidup bayi hanya pernah konsumsi air susu ibu, kemudian harus makan padat, dan sekarang bayi kebingungan memilih makanan yang ada. Kondisi akan diperparah kalau si kecil sudah menentukan selera. Beberapa bisa jadi berdasar pengalaman masa kecil yang tidak ada salahnya diubah sebelum permanen.

Gula sudah pasti jadi favorit anak kecil. Hidup secara garis besar saja ingin yang manis-manis, kenapa anak kecil tidak boleh konsumsi manisan?

Manisan tidak bersalah, toh dengan keberadaan gula, tubuh bisa terasa lebih segar seperti dapat dorongan istimewa. Sayangnya, bakteri dan kuman dalam gigi juga tak kalah senang dengan adanya gula. Calon balita sedang dalam masa dimana gigi begitu penting. Ya, betul, gigi bayi belum permanen, tapi tetap saja cikal bakal gigi permanen sudah ada dalam gusi. Ibarat penghuni baru, gigi permanen tentu ingin disambut gusi sehat, bukan gusi yang penuh ‘preman’.

Dibalik rasa manis gula tersimpan drama, inilah realita yang sebenarnya. Bayangkan saja, semua jenis gula memiliki resiko masing. Ambil contoh, madu, dan gula jawa yang seharusnya alternatif sehat saja beresiko merusak gigi bayi yang masih dalam tahap pembangunan. Memilih gula sintetis juga sama dosanya, karena rasa gula buatan cenderung terlalu manis dan tong kosong nyaring bunyinya alias tidak punya kandungan nutrisi apapun.

Produk jus buah yang seharusnya buat badan lebih sehat saja sama omong kosongnya kalau tidak teliti. Kebanyakan jus buah di pasaran menggunakan pemanis buatan, atau malah gula yang berlebih. Alih-alih mau sehat, bayi malah bisa celaka. Selalu baca label kandungan, tidak akan makan waktu sampai 1 jam untuk mempelajari produk yang akan orang tua berikan pada buah hati.

Sarapan sebagai bagian terpenting dari hari si kecil wajib disiapkan dengan baik dan tidak boleh ditinggal. Kembali pada jus, sebetulnya manfaat minum jus sangatlah besar. Tubuh bayi terasa lebih segar tanpa harus capek mengkunyah makanan. Luangkan waktu barang beberapa menit saja di pagi hari untuk membuat jus, akan lebih baik lagi kalau bunda mampu buat jus sayur yang disukai oleh si kecil. Sekali dayung dua pulau terlampaui.

 Bicara mengenai sayur mayur, bunda ayah pasti sudah sering dengar hidangan sayur wajib ada tiap makan siang, malam, dan pagi. Tidak masalah sayur yang dipilih oleh bunda, yang jadi masalah justru cara mengolahnya. Sayuran tergolong rentan, dimasak terlalu lama gizi menghilang, tapi dimasak sebentar tekstur tidak mendukung. Kadang oseng-oseng merupakan pilihan paling tepat dimana rasanya tidak buruk namun tekstur lumayan empuk.

Namanya oseng-oseng pasti butuh minyak, disinilah masalah dimulai. Pengolahan makanan bayi jadi keliru kalau minyak yang digunakan tidak berkualitas. Anggapan minyak diganti mentega sama salahnya, karena mentega mengandung lemak jahat yang sulit dicerna. Lain cerita kalau bunda berani mengganti minyak biasa ke minyak sayur atau kedelai dengan kandungan lemak baik dan mudah cerna. Jangan salah, lemak tidak selalu buruk, malah tubuh butuh lemak guna bertahan hidup.

Sejauh ini, bunda dan ayah mungkin mulai menangkap dasar pengolahan dan penyajian hidangan sehat. Kini, orang tua harus memikirkan jadwal makanan yang tepat. Penyakit telat makan seperti maag dapat dipicu jadwal makan yang tak beraturan. Usahakan, bunda ayah selalu tepat waktu dalam menghidangkan dan memastikan si kecil siap menyantap.

Tidak ada salahnya memberi hadiah berupa cemilan pada si kecil kalau memang dirinya berlaku baik di meja makan. Hanya saja, pilihan cemilan itulah yang butuh evaluasi. Buah merupakan jenis cemilan yang paling tepat dan tidak rempong. Apalagi, buah dapat menjadi makanan bayi 4 tahun baik di waktu luang maupun waktu makan besar sekalipun, tapi jangan lupakan sayur.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *