Pentingnya ASI Bagi Bayi

pentingnya ASI bagi bayi

Source: Inhabitant

Semua ibu pasti mengerti pentingnya ASI bagi bayi. Apakah para ayah tahu? Namun, mengapa masih ada saja ibu yang tidak mau memberikan ASI? Hal ini bisa saja disebabkan karena pengetahuan tentang manfaat ASI kurang mendalam. Mereka hanya mengerti bawasannya ASI merupakan makanan bayi. Tidak lebih dari itu.

Padahal, fungsi ASI tidak sekedar sebagai makanan untuk bayi saja. Lebih dari itu, ASI berperan penting dalam mempengaruhi bagaimana kondisi bayi ketika sudah dewasa nanti.

ASI Membuat Bayi Tidak Mudah Sakit

Bisa saja seorang ibu memberikan susu formula kepada bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan. Alasannya bisa bermacam-macam. Kebanyakan mereka merasa tidak mencukupi kebutuhan ASI sehingga akhirnya mereka memberikan sufor.

Semoga saja ibu tidak seperti itu. Para ibu harus tahu meskipun susu formula juga bisa membuat bay kenyang, namun tetap saja berbeda antara sufor dengan ASI. Sufor diperkaya dengan nutrisi yang ada juga di dalam ASI. Akan tetapi, apakah ibu tahu ada satu kandungan yang tidak ada di dalam sufor? Kandungan tersebut adalah antibodi. Kandungan inilah yang akan membuat sistem kekebalan tubuh bayi menjadi semakin kuat. Semakin banyak ASI yang dikonsumsi oleh bayi, maka kandungan antibodi yang didapatkan semakin banyak. Dengan demikian, bayi lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Lebih dari itu, ada juga survey yang membuktikan bawasannya anak yang waktu bayi mendapatkan ASI eksklusif lebih kuat terhadap penyakit daripada yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Hal ini juga sebagai imbas betapa pentingnya ASI untuk bayi dan juga ketika ia dewasa nanti lantaran kandungan antibodi yang ada di dalam ASI.

Jadi, masih tidak mau mensukseskan program ASI eksklusif?

ASI Membuat Tubuh Tidak Mudah Infeksi

Ibu tidak boleh menganggap remeh infeksi. Ternyata, infeksi bisa menyebabkan sebuah kematian. Tentu saja tidak semua infeksi. Ada banyak sekali jenis infeksi. Yang pasti, ibu tidak boleh menganggap infeksi sebagai masalah kesehatan yang sepele.

Agar bayi tidak mudah mengalami infeksi, ASI sangat dibutuhkan. Fakta ilmiah menunjukkan ASI bisa mencegah terjadinya infeksi, terutama infeksi yang terjadi pada sistem pencernaan. Biasanya, infeksi pada sistem pencernaan menyebabkan diare dan juga susah buang air besar. Dengan memberikan ASI eksklusif, penyakit infeksi seperti ini semoga bisa dihindari.

Satu lagi fakta yang menyebutkan beberapa kematian bayi sering disebabkan oleh infeksi. Bisa saja hal ini dikarenakan pemberian makanan kepada bayi yang belum berusia 6 bulan. Untuk itu, sebaiknya semua ibu mensukseskan pemberian ASI eksklusif agar tidak terjadi infeksi yang bisa membahayakan nyawa sang buah hati.

ASI Mencegah Obesitas

Ada kesan di masyarakat bawasannya bayi yang mendapatkan ASI saja selama 6 bulan penuh itu memiliki tubuh yang cederung kecil. Berbeda dengan bayi yang juga mendapatkan sufor. Tubuhnya lebih gemuk dan mereka menganggap sehat.

Padahal sebaliknya. Tubuh bayi yang hanya mendapatkan ASI memang terlihat kecil jika dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan sufor. Namum, kecilnya tubuh bayi tersebut sehat. Sementara itu, tubuh bayi yang gemuk karena sufor itu tidak sehat.

Perhatikan saja kegempalan tubuhnya. Tentu gempal bayi yang hanya mendapatkan ASI saja.  Hal ini disebabkan ia lebih banyak mendapatkan protein dan nutrisi penting saja daripada kandungan nutrisi seperti gula yang ada di dalam susu.

Pantas jika banyak balita yang mengalami obesitas. Survey membuktikan banyak balita yang mengalami obesitas disebabkan sejak bayi sudah mengkonsumsi sufor. Itulah mengapa WHO menyarankan agar pemberikan sufor sebelum waktunya tidak dilakukan. Lebih dari itu, pemberian ASI juga mencegah obesitas pada bayi.

ASI Membuat Anak Cerdas

Ibu pasti senang sekali jika sukses memberikan ASI eksklusif. Pentingnya ASI untuk bayi juga berkaitan dengan kecerdasan. Menurut penelitian WHO, anak lebih cerdas dan memiliki IQ lebih tinggi jika pada saat bayi ia mendapatkan ASI. Ini fakta ilmiah yang tidak bisa dipungkiri lagi.

Setelah mengetahui penjelasan tersebut di atas, sangat disayangkan jika masih ada seorang ibu yang tidak mau memberikan ASI untuk sang buah hatinya. Memberikan sufor memang diperbolehkan asalkan usianya sudah di atas 1 tahun. Namun tetap saja hingga usia 2 tahun, anak harus masih tetap mendapatkan ASI.

Pemilihan susu pun tidak boleh asal-asalan. Susu untuk balita harus mengandung nutrisi yang lengkap dan seimbang. Lengkap saja tidak cukup. Jika kandungan nutrisinya tidak seimbang, bisa saja kesehatan anak menjadi terganggu.

Lactogrow merupakan susu terbaik untuk balita usia 1-3 tahun. Susu ini diforumalasikan oleh para ahli gizi anak. Jadi, sudah bisa dipastikan kandungan nutrisi yang ada di dalam Lactogrow ini lengkap dan juga seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh balita.

Namun, harus dipahami susu itu bukan sumber nutrisi utama. Makanan lah sumber nutrisi utama untuk anak. Setelah usia bayi mencapai 6 bulan, ia mendapatkan menu MPASI atau makanan pendamping ASI. Inilah sumber nutrisi bayi usia 6 bulan. Dan ketika balita, makanan seperti makanan orang dewasa lah sumber nutrisinya. Dan susu tidak lain sebagai suplemen saja.

Jadi, yang harus diutamakan tentu saja makanan. Ibu harus lebih fokus untuk memberikan makanan yang bergizi setiap hari untuk si kecil. Susu hanya untuk memastikan tubuh si kecil mendapatkan asupan nutrisi minimal setiap hari. Namun, jika ia masih bayi di bawah 6 bulan, sebaiknya jangan memberikan susu formula. Penjelasan mengenai pentingnya ASI bayi bayi di atas sepertinya sudah cukup untuk membuat ibu harus memberikan ASI.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *