Perawatan Bayi Paska Operasi Caesar

perawatan bayi

nacurgo.com

Banyak yang tidak mengerti jika ternyata perawatan bayi yang lahir melalui operasi caesar itu harus berbeda. Tentu saja ini bukan tanpa alasan. Ibu yang sekarang hamil harus mengerti tentang informasi yang satu ini. Setidaknya ibu akan lebih mengerti apa yang harus dilakukan jika ternyata ibu harus menjalani persalinan melalui operasi caesar.

Mengapa Perlu Perawatan Yang Berbeda

Sebelum ibu mengetahui cara merawat bayi paska operasi caesar, alangkah baik jika ibu tahu apa hal yang bisa terjadi ketika bayi lahir melalui operasi caesar.

Banyak yang mengira persalinan melalui caesar itu jauh lebih aman dibandingkan dengan persalinan normal. Dari sudut pandang orang awam, anggapan tersebut benar. Seorang ibu tidak perlu bersusah payah layaknya ketika melahirkan secara normal.

Namun, pada kenyataannya tidak demikian. Jika dilihat dari kaca mata medis, justru operasi caesar itu sebaiknya dihindari. Para ahli medis menyarankan operasi ini dilakukan jika proses persalinan normal kemungkinan kecil bisa dilakukan. Menyelamatkan ibu dan bayi menjadi alasan utama ketika harus dilakukan operasi caesar.

Lebih dari itu, seorang ibu setelah operasi caesar juga akan merasakan kesakitan dalam kurun waktu yang cukup lama. Bahkan, ada juga yang merasa sakit pada bagian jahitan hingga beberapa bulan.

Bagi bayi, operasi caesar ternyata bisa membuatnya beresiko tinggi terkena alergi. Inilah yang menjadi salah satu alasan penting mengapa perawatan bayi khusus diperlukan untuk memastikan bayi tidak terkena alergi.

Bahkan, menurut pakar kesehatan bayi, bayi yang lahir dari persalinan caesar rentan terkena penyakit. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuhnya lebih rendah jika dibanginkan degan bayi yang lahir secara normal. Ini disebabkan adanya kemungkinan mikroba yang masuk ke dalam tubuh bayi ketika dilakukan proses operasi caesar. Pasalnya, saat dikeluarkan dari rahim, mulut bayi terbuka. Lain hal jika persalinan normal di mana nyaris proses keluarnya bayi dari dalam ke luar rahim sangat steril.

Dari fakta tersebut, seharusnya ibu hamil harus mengusakan diri agar bisa melahirkan secara normal. Hal ini tidak hanya untuk kebaikan sendiri tapi juga bagi kesehatan bayi.

Bagaimana Merawat Bayi Yang Lahir Melalui Operasi Caesar

Penjelasan di atas menunjukkan adanya resiko bayi terkena masalah kesehatan seperti alergi, mudah sakit karena terkena kuman, dan lain sebagainya. Untuk itu, langkah pertama yang termasuk bagian dari tips merawat bayi paska operasi caesar adalah meminta perawat agar membersihkan badan bayi benar-benar bersih.

Selanjutnya, ada baiknya dilakukan pengetasan bilirubin. Beberapa kasus bayi kuning di mana bayi tersebut lahir melalui operasi caesar. Tentu saja ini bukan satu-satunya faktor penyebab penyakit kuning pada bayi. Namun, yang pasti, karena bayi sangat rentan terkena penyakit, maka sebaiknya tes secara menyeluruh dilakukan, tak terkecuali tes bilirubin.

Memang kemungkinan kecil IMD atau inisiasi menyusui dini bisa dilakukan. Hal ini disebabkan biasanya bayi dan ibu dipisahkan untuk beberapa saat setelah operasi caesar. Apalagi jika ternyata ditemukan bayi memiliki berat badan yang rentah, bilirubinnya cukup tinggi, dan masalah kesahatan lainnya. Bayi harus mendapatkan fototerapi. Ini artinya, ibu tidak bisa memberikan ASI secara langsung.

Setelah ibu bisa bertemu dengan si kecil, sebaiknya ibu segera memberikan ASI. ASI akan membuat sistem kekebalan tubuhnya semakin kuat sehingga ia tidak mudah sakit karena terkena kuman, bakteri, atau virus. Memberikan ASI sebanyak-banyaknya menjadi perawatan bayi setelah operasi caesar yang harus dilakukan.

Ibu yang melakukan operasi Caesar juga membutuhkan masa pemulihan. Bila Anda ingin tahu, silahkan cek di tautan ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *