Perawatan Tumbuh Gigi Pada Bayi Demi Masa Depan Gemilang

tumbuh gigi pada bayi

www.balitapedia.com,

Mayoritas orang tua hanya mendambakan tumbuh gigi pada bayi segera dimulai.  Tidak banyak orang  sadar kebiasaan merawat gigi sejak dini jauh lebih penting dibanding keluarnya gigi pertama kali. Perawatan gigi sudah harus dimulai saat pertama kali gigi anak tumbuh, bukannya menunggu gigi sudah tumbuh banyak dengan berbagai komplikasi. Berikut adalah informasi mengenai perawatan gigi pada anak guna mencegah masalah tumbuh gigi ke depannya.

Seblum melangkah lebih jauh, mari mengenal musuh terbesar mulut anak yakni gigi berlubang. Pengikisan gigi adalah salah satu infeksi kronis umum pada masa kanak kanak. Gigi berlubang dimulai ketika mulut bayi terinfeksi bakteri produsen asam. Orang tua sampai dengan orang yang paling sering bertanggung jawab sebagai pengasuh bisa menularkan bakteri pada bayi melalui air liur. Sebagai contoh, penyebaran bakteri melalui air liur di sendok, mangkuk, mencicipi makanan sebelum menyuapkan pada bayi, dan membersihkan dot lewat mulut orang tua atau pengasuh.

Gigi berlubang juga muncul ketika gigi dan gusi si kecil bertemu dengan cairan atau makanan selain air untuk waktu yang lama atau terlalu sering dalam sehari. Gula alami yang ditambahkan di minuman atau makanan akan berubah menjadi asam karena bakteri di dalam mulut. Asam ini nantinya akan berbaur dengan sebagian gigi sehingga menyebabkan gigi terkikis. Perlu diingat bakteri sangat menyenangi gula sehingga kehadiran gula sintetik tentu petanda pesta besar.

Hal ini paling sering terjadi ketika orang tua yang hendak menidurkan anak memberi sebotol susu formula, jus (meski dicampur air), susu, minuman bersoda, air bergula, atau minuman manis lainnya. Atau bisa saja terjadi saat anak diperbolehkan terlalu sering meminum apapun selain air mineral dari dot bayi atau botol pada siang hari atau malam. Susu seharusnya hanya diberikan pada saat makan besar dan bukan diberi pada saat bersantai, sebelum tidur siang atau tidur malam hari. Meskipun sesi menyusui  lebih lama dan lebih sering tidak akan menyebabkan pengikisan gigi, karenanya semua ibu menyusui harus sadar dan melakukan rutinitas perawatan gigi, kadar fluoride, pemeriksaan gigi, dan rekomendasi menu makanan.

  1. Semua dimulai dari dalam kandungan

Jagalah kesehatan gigi ibunda bahkan sebelum bayi lahir. Bahkan sangat penting untuk menemui dokter gigi untuk cek kesehatan mulut bahkan ketika bunda masih mengandung. Entah kedepan bunda memilih untuk menyusui atau memberi susu formula pada bayi, sangat penting untuk menjaga gigi bayi. Perlu diingat, gigi masih masuk ke dalam kategori tulang bahkan dengan perawatan yang sama, hanya saja gigi nampak di permukaan sedangkan tulang kebanyakan bersembunyi di balik kulit. Meminum suplemen kaya akan kalsium dan vitamin D sangat meringankan beban tubuh.

  1. Ajari hal baik sebelum dewasa

Pada usia 12 bulan, jaga kebersihan mulut bayi dengan mengelap gusi bayi dengan kain yang sudah dibasahi. Begitu bunda melihat gigi pertama bayi, barulah gunakan sikat gigi bayi dan beri sedikit pasta gigi saja. 12 sampai 36 bulan saatnya menggosok gigi bayi 2 kali sehari selama 2 menit. Gunakan pasta gigi sesedikit mungkin sampai nanti ulang tahun ketiga si kecil. Saat terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah sarapan dan sebelum tidur. Awalnya mungkin terasa buang – buang waktu, namun dengan membuat rutinitas perawatan gigi malam dan siang, secara otomatis kebiasaan akan terbawa hingga anak dewasa.

  1. Perkenalkan cangkir atau gelas

Ajari anak untuk minum dari cangkir biasa secepat mungkin. Idealnya pada usia 12 sampai 15 bulan anak sudah mulai belajar minum dari cangkir. Meminum dari cangkir biasa lebih mungkin terhindar dari penumpukan di sekitar gigi lagipula cangkir biasa tidak bisa dibawa tidur. Jika memang anak terpaksa minum dari botol bayi untuk jangka waktu lama, isilah botol dengan air putih. Selama berkendara hanya tawarkan air jika memang si kecil merengek haus. Kalau perlu konsultasikan produk makanan yang cukup aman bagi pertumbuhan gigi bayi.

  1. Cegah makanan manis mendekat

Batasi jumlah manisan atau cemilan lengket lain, permen karet, kue, buah kering atau biskuit. Bahkan gula di makanan seperti kerupuk dan gorengan. Makanan macam ini sangat buruk untuk kesehatan anak terutama jika si mungil ketagihan nyemil. Seharusnya makanan macam ini hanya dikonsumsi pada saat makan besar.

Sejak awal mulai ajarkan memakan sayur mayur supaya anak tidak ketagihan makanan manis. Pilih bubur bayi dengan perasa sayuran agar anak terbiasa memakan sayur dibanding bahan makanan lainnya. Kebiasaan selalu dibentuk dari orang tua, jadi pastikan keputusan yang diambil memang tepat. Jangan sampai, ayah bunda memarahi kecil atas kebiasaan yang dibentuk orang tua sendiri.

Tusuk gigi tidak pernah menjadi favorit di antara dokter gigi. Alasannya cukup mudah, tusuk gigi membuat jarak antar gusi merenggang bahkan cenderung melukai. Ajari anak untuk menggunakan lidah sebagai alat pembersih sisa makanan yang nyelip di gigi. Kalau memang gigi anak sudah mulai sering tersangkut sisa makanan, mengajarkan flossing bisa menjadi ide bagus.

Sekarang ayah dan bunda sudah lebih paham mengenai gigi anak termasuk cara merawatnya. Sangat penting untuk memahami, bahwa gigi susu sama pentingnya dengan gigi permanen. Perkembangan gigi yang salah bisa menandakan buruknya gizi maupun perawatan yang diberikan orang tua. Menyediakan asupan sampai dengan mengajarkan rutinitas perawatan gigi bisa sangat membantu pertumbuhan gigi pada bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *