Perkembangan Anak Usia 2 Tahun

perkembangan anak usia 2 tahun

Terpstra Photography

Setelah memasuki perkembangan anak usia 2 tahun, anak-anak akan semakin banyak menguasai banyak hal. Perkembangan anak usia 2 tahun antara lain kemampuan bicara yang semakin baik. Kemampuan bicara tidak berdiri sendiri, namun terkait erat dengan kemampuan memahami perkataan orang lain yang ia dengarkan dan merangkai kembali perkataan tersebut. Seorang anak mungkin berbicara dengan baik, namun sulit memahami arahan.

Sementara anak lain mampu berkata-kata dengan jelas, namun tidak dapat menggabungkan dua kata bersamaan. Meski pada umumnya kemampuan bicara pada anak tidak sama cepat, namun tidak jauh berbeda. Dimulai sejak bayi usia 9 bulan, yang diungkapkan berupa potongan kata yang tidak jelas, misalnya papa atau mama. Pada usia 18-24 bulan, sebagian besar anak sudah memiliki 20 perbendaharaan kata dan meningkat menjadi 50 atau lebih.

Kemampuan ini meningkat seiring dengan perkembangan anak usia 2 tahun, antara lain Menguasai 50 atau lebih perbendaharaan kata, Mulai menggabungkan dua kata sekaligus, contohnya mau minum, Dapat menyebutkan organ tubuh seperti hidung, telinga atau mata, ataupun benda sederhana di sekelilingnya dan bisa memahami dan menjalankan perintah dari kalimat perintah sederhana.

Kemudian menjelang usia 3 tahun, maka kemampuan bicaranya akan semakin meningkat dengan perbendaharaan kata yang semakin banyak. Mereka juga mampu menggabungkan 2-3 kata dalam kalimat, serta mulai memahami kalimat instruksi yang lebih rumit dan mengenali warna atau konsep yang lebih rumit.

Perkembangan Anak Usia 2 Tahun Tidak Normal

Tidak jarang anak yang berusia 2 tahun tampak belum memiliki kemampuan bicara yang seharusnya. Perkembangannya mungkin tidak sebagaimana teman sebayanya. Meskipun tiap anak memiliki tahap perkembangan berbeda, disarankan tetap mewaspadai kemungkinan gangguan perkembangan bicara dan bahasanya. Ataupun mungkin ini saat yang tepat untuk berkonsultasi dengan ahli terapi wicara.

Biasanya, ahli wicara tersebut tidak hanya mengevaluasi keterlambatan kemampuan bicara pada perkembangan anak ini, namun juga pemahaman anak tersebut ketika mendengar orang lain berbicara. Ketika anak sudah mampu mengatakan 50 kata, ia juga seharusnya memahami lebih banyak lagi. Orang tua sebaiknya waspada jika pada usia 2 tahun, anak belum mampu mengikuti perintah sederhana. Atau jika anak tidak mengetahui fungsi alat yang digunakan sehari-hari, tidak dapat menggabungkan dua kata, ataupun tidak dapat mengenali organ tubuh yang sering disebutkan.

Permasalahan kemampuan bicara anak 2 tahun juga bisa dicurigai jika anak belum mampu mengajukan pertanyaan sederhana, kesulitan menyanyikan lagu anak-anak yang sering diperdengarkan, atau perkataannya tidak kunjung dipahami oleh keluarga. Penting untuk memahami bahwa kemampuan bicara sama pentingnya dengan kemampuan lain pada perkembangan anak usia 2 tahun. Konsultasikan dengan dokter anak setiap kali pemeriksaan rutin atau komunikasikan secara khusus jika menganggap ada masalah yang perlu diatasi.

Perkembangan Anak Usia 2 Tahun Sampai 3 Tahun

Perkembangan emosi dan sosial, mulai usia dua tahun hingga lima tahun, anak-anak belajar untuk mengenali dan mengendalikan emosi secara bertahap. Dia mulai bisa menunjukkan kemandirian serta suka meniru orang lain yang lebih tua darinya. Selain itu, dia mulai bersemangat bertemu dan bermain bersama teman. Pada usia dua tahun, anak-anak biasanya mengalami masalah kebiasaan, seperti menghisap jempol, temper tantrum, dan mengalami mimpi buruk.

Temper tantrum adalah kondisi ketika emosi anak meledak-ledak, bahkan hingga dia menggigit, menendang, atau menjerit-jerit. Hal ini merupakan fase normal karena anak mulai belajar berbahasa, tapi belum bisa mengungkapkan yang dirasakannya atau berusaha ingin menyampaikan hingga membuatnya frustrasi. Umumnya anak memperlihatkan perilaku temper tantrum ketika sedang merasa tidak nyaman, lelah, lapar, atau tidak mendapatkan yang mereka inginkan.

Namun, bukan berarti tantrum boleh dibiarkan begitu saja. Orang tua harus belajar teknik menenangkan anak ketika mereka sedang tantrum. Perkembangan keterampilan motorik, mencakup kemampuan untuk bisa berlari dengan koordinasi yang lebih baik. Selain itu, keseimbangan anak juga telah menjadi lebih baik.

Anak bisa berdiri sambil mengambil objek, melempar bola,  dan bisa menendang bola tanpa kehilangan keseimbangannya. Anak juga mulai terampil di lingkungannya, dia bisa memutar gagang pintu, bisa memperhatikan buku dan membalik halamannya, bisa menumpuk 7 balok mainan, dan siap untuk menjalani toilet training. Anak juga bisa berjalan menaiki atau menuruni tangga sendirian sambil berpegangan.

Pertumbuhan fisik, mencakup tumbuhnya 16 gigi pertama, namun jumlah sebenarnya bisa sangat bervariasi. Secara umum, tubuhnya menjadi makin kuat dan terlihat lebih tinggi dan lebih ramping. Orang tua dianjurkan untuk rutin melakukan beberapa kali pemeriksaan tumbuh kembang anak pada periode usia 2-5 tahun.  Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi apakah ada masalah dengan perkembangannya.

Pada pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengukur tinggi dan berat anak, menanyakan perilaku anak dan keluarga, menanyakan kegiatan atau teman bermain anak, serta memberikan suntikan suplemen bila dibutuhkan. Pada proses check-up tersebut, orang tua juga sekaligus dapat berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan, perilaku, serta tumbuh kembang anak.

Di samping itu, periksakan juga ke dokter anak bila anak Anda yang berusia dua tahun dan mengalami perkembangan anak usia 2 tahun belum juga bisa berjalan dengan seimbang, tidak dapat mengikuti instruksi yang sederhana, tidak dapat meniru perkataan atau tindakan, tidak dapat menggunakan frasa atau menggabungkan dua kata seperti makan nasi, masih belum paham apa yang bisa dilakukan dengan benda-benda yang familiar dengannya seperti sendok atau garpu, atau bahkan kehilangan keterampilan padahal sebelumnya dia telah mampu melakukannya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *