Persalinan Vakum Sebagai Alternatif

persalinan normal

www.friso.co.id

Setiap ibu pasti ingin melakukan persalinan normal. Akan tetapi, bagaimana jika ada masalah yang membuat persalinan secara normal tidak bisa dilakukan. Ada alternatif lain, yaitu caesar. Namun, ini bukan satu-satunya alternatif jika anak tidak bisa dilahirkan secara normal. Ada yang lain, yaitu persalinan vakum.

Tentu saja ada kriteria tertentu sehingga seorang ibu harus melakukan persalinan dengan menggunakan vakum. Dan ibu harus tahu ada resiko yang bisa saja terjadi ketika persalinan dengan vakum.

Ketika Tindakan Persalinan Dengan Vakum Diambil

Banyak sekali yang bertanya kapan persalinan vakum ini dilakukan. Sebenarnya, penggunaan alat vakum ini untuk mengantisipasi proses persalinan secara caesar. Umumnya, dokter akan menggunakan alat vakum persalinan ketika sang ibu terlihat sudah kelelahan. Sementara itu, bayi belum keluar.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka dokter akan menggunakan alat vakum untuk membantu proses pengeluarkan bayi. Tindakan ini dilakukan untuk menyelematkan ibu dan juga bayi di dalam kandungan. Proses melahirkan yang melelahkan bisa mengancam jiwa sang ibu. Dan kasus kematian ibu ini bisa terjadi disebabkan kondisi ibu yang sangat lemah ketika proses persalinan. Jadi, pada dasarnya, persalinan dengan vakum ini dilakukan untuk menyelematkan jiwa bayi dan juga ibu.

Akan tetepi, terkadang juga disebabkan karena penggunaan anestasi yang terlalu kuat. Sebenarnya, anestasi ini digunakan untuk menghilangkan rasa sakit saat proses persalinan. Akan tetapi, penggunaan anestasi yang terlalu kuat bisa menghambat proses persalinan. Pasalnya, ibu tidak bisa mengejan secara maksimal sehingga bayi tidak bisa didorong keluar.

Itulah beberapa kondisi di mana akhirnya dokter menggunakan alat vakum persalinan. Apakah cara ini beresiko? Harus diakui, ada resiko yang bisa terjadi. Memang pada satu sisi, persalinan vakum ini bisa menyelamatkan jiwa ibu dan juga bayi. Akan tetapi, ada juga faktor resiko yang bisa terjadi.

Resiko Persalinan Vakum

Tentu saja dokter tahu persis apa yang harus dilakukan. Dokter paham prosedur apa saja yang harus dijalani agar proses persalinan dengan alat vakum berjalan dengan lancar. Jika dilakukan secara hati-hati, maka resiko buruk bisa dihindari.

Akan tetapi, resiko ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor dari kondisi ibu dan juga bayi. Oleh sebab itu, jika resiko buruk terjadi, maka bukan dokter saja yang harus disalahkan.

  • Luka

Beberapa kasus terjadi di mana bayi mengalami sedikit luka pada bagian kepala. Luka ini disebabkan tarikan dari alat vakum persalinan. Hanya saja, luka ini bukan luka yang harus dikhawatirkan. Ini termasuk luka ringan yang bisa langsung ditangani setelah bayi lahir.

  • Kepala Lonjong

Seperti yang ibu ketahui, konstruksi rangka bayi yang baru dilahirkan masih sangat lentur. Tak terkecuali konstruksi kepala. Ketika dokter menggunakan alat vakum, maka kemungkinan besar bentuuk kepala lonjong.

Treatment akan dilakukan untuk mengembalikan bentuk kepala sang buah hati. Ini tidak beda dengan dukun bayi yang memijat bayi selama beberapa hari setelah kelahiran.

  • Perih Pada Bagian Vagina

Ibu mungkin juga akan merasakan perih. Rasanya lebih perih daripada persalinan normal tanpa menggunakan alat vakum persalinan. Hal ini disebabkan vagina dipaksa membuka lebih lebar tanpa ibu harus mengejan.

Itulah informasi yang perlu ibu ketahui mengenai persalinan vakum. Sebenarnya hal ini bisa diantisipasi jika ibu menjaga kesehatan serta meningkatkan stamina terutama ketika masa persalinan akan tiba. Untuk itu, ibu bisa membaca tips menjaga kesehatan ibu hamil di www.friso.co.id

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *