Pertumbuhan Bayi Berdasarkan Usianya

Pertumbuhan bayi dari awal ia lahir dari hari ke hari tentu tidak akan Anda lewatkan begitu saja, terutama bagi Anda seorang ibu. Mengikuti dan memperhatikan perkembangan buah hati memang sangat menyenangkan terlebih bagi Anda yang menjadi orangtua baru. Melihat proses tumbuh kembang buah hati secara bertahap tentu akan menjadi suatu hal yang berkesan, karena di setiap usianya Anda melihat perkembangannya terus bertambah.

Tidak semua bayi memiliki tumbuh kembang yang sama, karena tentu berbeda-beda faktor pertumbuhannya. Tetapi berbeda pula dengan bayi yang tumbuh dan berkembang dengan sehat dan normal. Namun, jika Anda khawatir karena tumbuh kembang si kecil berbeda dengan bayi lainnya, seperti lebih lambat atau lebih cepat dari pertumbuhan umumnya, bisa Anda konsultasikan dengan dokter.

Tahap Pertumbuhan Bayi Berusia 0 Sampai 3 Bulan

Berikut ini  tahapan pertumbuhan bayi pada setiap usianya:

Usia 0 Bulan

Bayi yang baru lahir cuma bisa menangis karena ini merupakan respon dan bahasa alami yang bisa dia lakukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Saat ini bayi Anda masih tampak keriput dan jelek. Pada wajah, mata serta bibirnya kemungkinan agak bengkak terutama pada kelahiran normal, hal ini wajar karena dia baru saja melewati proses persalinan melalui jalan yang sempit. Hal ini tentunya agak berbeda dengan bayi yang dilahirkan secara cesar. Untuk keriput kulit ini terjadi karena dia lama berendam di dalam air ketuban dan daging serta lemak di bawah lapisan kulitnya masih belum terisi.

Untuk kemampuan refleks yang bisa dia lakukan untuk saat ini adalah mengisap, menggenggam, dan mencari puting. Ini merupakan refleks ‘primitif’ yang dimiliki oleh setiap bayi untuk kemampuan mempertahankan hidup. Makanya biasanya setelah bayi lahir, dia biasanya di posisikan tengkurap di atas dada Ibu untuk berusaha mencari puting dan menghisap ASI sebagai nutrisi awal mereka.

Usia 1 bulan

Di hari-hari pertama setelah kelahiran, bayi belum bisa membuka matanya. Namun setelah berjalan beberapa hari kemudian, ia akan bisa melihat pada jarak 20 cm. Bulan pertama ini bayi akan memulai adaptasinya dengan lingkungan baru,  memiliki gerakan refleks alami, memiliki kepekaan terhadap sentuhan.  Secara refleks kepalanya akan bergerak ke bagian tubuh yang disentuh dan edikit demi sedikit sudah bisa tersenyum.

 Komunikasi yang digunakan adalah menangis. Arti dari tangisan itu sendiri akan Anda ketahui setelah mengenal tangisannya, apakah ia lapar, haus, gerah, atau hal lainnya. Peka terhadap sentuhan jari yang disentuh ke tangannya hingga ia memegang jari tersebut. Tiada hari tanpa menghabiskan waktunya dengan tidur.

Pada usia ini biasanya bayi lebih banyak tidur. Masa ini bayi masih belum bisa membedakan siang dan malam, sehingga dia bisa saja tidur seharian di siang hari sedangkan di malam hari dia akan sering terbangun. Pigmen mata mereka masih belum berkembang secara sempurna. Sehingga warna mereka akan berubah pada mingu-minggu mendatang. Bayi akan menangis sebagai ungkapan rasa lapar mereka. Dia pun punya refleks menggenggam jemari Ibu.

Usia 2 bulan

Sudah bisa melihat dengan jelas dan bisa membedakan muka dengan suara. Bisa menggerakkan kepala ke kiri atau ke kanan, dan ke tengah. Bereaksi kaget atau terkejut saat mendengar suara keras.

Penglihatan si kecil sudah mulai berkembang dan bisa melihat lebih jauh saat ini. Dia mulai mencoba meraih benda yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu biasanya kita memberi mainan stimulasi berupa mainan yang digantungkan di atas box bayi mereka untuk mereka coba raih. Dan mereka juga mulai suka menghisap jempol dan bermain mengenal tangannya sendiri. Dia juga suka memasukkan barang-barang ke dalam mulutnya sebagai tahap pengenalan.

Usia 3 bulan

Sudah mulai bisa mengangkat kepala setinggi 45 derajat. Memberikan reaksi ocehan ataupun menyahut dengan ocehan. Tertawanya sudah mulai keras.  Bisa membalas senyum di saat Anda mengajaknya bicara atau tersenyum. Mulai mengenal ibu dengan penglihatannya, penciuman, pendengaran, serta kontak.

Pada usia ini, si kecil sudah bisa menengarai suara Ibunya. Dia juga sudah bisa mulai menggenggam mainan. Pada usia ini pula bayi sudah lebih kuat menyangga kepalanya dan berusaha untuk berguling ke kanan dan ke kiri.

Tahap Pertumbuhan Bayi Berusia 4 Sampai 8 Bulan

Berikut ini  tahapan pertumbuhan bayi berdasarkan usianya:

Usia 4 bulan

Bayi bisa berbalik dari mulai telungkup ke terlentang. Sudah bisa mengangkat kepala setinggi 90 derajat. Sudah bisa menggenggam benda yang ada di jari jemarinya. Mulai memperluas jarak pandangannya.

Usia 5 bulan

 Dapat mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil.  Mulai memainkan dan memegang tangannya sendiri. Matanya sudah bisa tertuju pada benda-benda kecil

Usia 6 bulan

 Bisa meraih benda yang terdapat dalam jangkauannya. Saat tertawa terkadang memperlihatkan kegembiraan dengan suara tawa yang ceria. Sudah bisa bermain sendiri. Akan tersenyum saat melihat gambar atau saat sedang bermain.

Usia 7 bulan

Sudah bisa duduk sendiri dengan sikap bersila. Mulai belajar merangkak. Bisa bermain tepuk tangan dan cilukba.

Usia 8 bulan

Merangkak untuk mendekati seseorang atau mengambil mainannya. Bisa memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya. Sudah bisa mengeluarkan suara-suara seperti, mamama, bababa, dadada, tatata. Bisa memegang dan makan kue sendiri. Dapat mengambil benda-benda yang tidak terlalu besar.

Pada tahap tumbuh kembang inilah, Anda bisa melihat pertumbuhan bayi di setiap usianya. Baik normal atau tidaknya, semua tergantung bagaimana cara Anda merawat si kecil dan cara penanganannya sejak dini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *