Posisi Tidur Bayi Yang Aman

Posisi tidur bayi

giftofsleepconsulting.com

Posisi tidur bayi yang tepat memiliki manfaat cukup banyak, selain untuk merangsang perkembangan otak bayi, hormon pertumbuhan juga dikeluarkan ketika bayi sedang tidur. Dengan bayi tidur nyenyak maka pertumbuhan otak bayi dapat berjalan secara maksimal sehingga kelak bayi anda dapat tumbuh cerdas. Namun hal tersebut juga harus dibarengi dengan stimulasi serta rangsangan yang di berikan pada proses belajar. Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar mulut bayi dan menjebak hembusan napas.

Sebagai akibatnya, bayi menghirup kembali hembusan napasnya. Selain dari itu hormon pertumbuhan itu sangat berfungsi untuk memperbaiki serta mempengaruhi semua sel yang terdapat di alam tubuh. Tidur yang lelap dan nyaman sangat penting bagi tumbuh serta kembang bayi, baik dalam posisi terlentang, miring ataupun tengkurap. Anda tidak perlu khawatir karena gumoh itu sendiri tidak ada hubungan sama sekali kepada gangguan kesehatan bayi yang serius.

Posisi Tidur Bayi Sesuai Kondisi Bayi

Berikut ini beberapa posisi tidur dengan menyesuaikan kondisi si kecil ;

  • Posisi terlentang.

Posisi seperti ini sangat umum, biasanya bayi yang berusia sekitar 0 hingga 3 bulan. Bayi belum mampu untuk berguling, serta posisi ini dapat dikatakan seagai posisi yang paling aman untuk bayi. Dengan posisi tidur bayi yang terlentang, kematian bayi yang diakibatkan oleh Sudden Infant Death Syndrome SIDS mulai berkurang hingga 50%. Posisi tidur terlentang seperti ini banyak dipiih kerena memperkecil resiko kematian bayi akibat SIDS.

  • Posisi tidur yang miring.

Posisi tidur dengan miring ke samping kanan biasanya dapat dipilih bagi bayi yang prematur, terutama bagi bayi yang minum menggunakan selang atau bayi masih memakai alat bantu untuk pernafasan. Hal ini bertujuan supaya proses dalam pengosongan lambung berjalan lebih mudah. Ketika bayi akan di ajak pulang pun, pihak dari rumah sakit maupun dokter sendiri akan tetap menganjurkan supaya bayi sering tidur dalam posisi miring untuk mencegah gumoh yang lebih banyak lagi.

  • Posisi tidur tengkurap.

Posisi tidur yang satu ini sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan. Pasalnya menurut data secara statistik menyebutkan Sudden Infant Death Syndrome ( SIDS )atau yang kita ketahui sebagai sindrome meninggal secara mendadak ini, banyak sekali terjadi terhaap bayi dengan tidur yang tengkurap. Namun selain itu ada beberapa pihak yang mengatakan, ada daftar yang harus diperhatikan agar bayi merasa lebih nyaman, tidur dengan nyenyak, tidak banyak menangis, serta gerak dari pernafasan dan juga perkembangan motorik bayi menjadi lebih baik.

Mungkin bayi anda merasa sedang dipeluk oleh ibunya, atau perut terasa lebih hangat kerena perut bayi tersebut menempel pada kasur. Posisi tidur tengkurap ini masih bida dipilih namun tetap dalam pengawasan orang tua. Serta selain itu usahakan mulut bayi anda serta hidung pada bayi tidak terhalangi oleh suatu benda yang bisa mengganggu pernafasan bayi anda. Sebagai orang tua sebaiknya anda dapat membaca posisi tidur yang paling disukai oleh bayi anda. Buatlah anak anda merasakan kenyamanan dan ia dapat tidur dengan terlelap. Namun anda harus tetap mengawasi posisi tidurnya.

Jika Anda menginginkan kepala bayi yang bagus, bukan berarti bayi anda harus ditidurkan dengan posisi tengkurep, ketika bayi bangun kemudian anda bisa mengajaknya bermain dengan posisi bayi tengkurap dalam suasana yang gembira. Hal ini dapat anda lakukakan dalam waktu beberapa menit dalam sehari, dan yang palin penting kegiatan tersebut berada di bawah pengawasan orang tua. Jika bayi anda tidur dalam posisi yang miring, sebaiknya ibu mengatur posisi bayi tersebut agar tidak selalu menghadap pada satu sisi saja namun dapat dilakukan bergantian dengan menghadap sisi kanan ataupun sisi kiri.

Posisi Tidur Bayi Yang Berbahaya

Sebagian masyarakat meyakini bahwa menggunakan bantal berbentuk huruf U untuk bayi dapat membantu kepala bayi terbentuk bundar sempurna. Hati – hati karena anggapan ini keliru. Hingga saat ini belum ada bukti tentang manfaat bantal bagi bayi. Sebaliknya , para pakar justru menganjurkan orang tua tidak menggunakan bantal apa pun untuk bayi hingga berusia dua tahun. Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna karena pengaruh proses kelahiran atau alat bantu persalinan seperti forsep .

Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal. Meski proses kelahiran dapat berdampak kepada bentuk kepala bayi, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pada sebagian besar kasus, bentuk kepala bayi dapat menjadi bundar sempurna seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, tidak perlu menyiasatinya dengan bantal yang justru membahayakan bayi. SIDS merupakan kematian tidak terjelaskan yang biasanya terjadi ketika bayi sedang tidur. Meski bayi terlihat sehat , dia bisa mengalami SIDS.

Fenomena ini terutama terjadi pada bayi berusia kurang dari setahun. SIDS juga dikenal sebagai kematian boks bayi karena bayi sering kali meninggal dalam boks mereka. Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, SIDS dikaitkan dengan abnormalitas pada porsi otak bayi yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur. Teori lainnya mengungkapkan bahwa bayi bisa memiliki risiko SIDS yang lebih tinggi bila tidur dengan posisi tidur bayi tengkurap. Khususnya jika si kecil tidur di kasur yang lembut atau dengan seprai , bersama boneka mainan , atau bahkan dengan bantal di dekat wajahnya.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *