Pusing anak susah makan ? Temukan jawabannya disini !

Anak punya nafsu makan sehat tentu menenangkan hati ayah bunda. Semua hidangan dilahap dengan penuh rasa senang, ia tumbuh besar tanpa ada masalah. Terdengar indah, memang. Sayang, problematika yang sering hadir di masa kanak kanak adalah anak susah makan, meski orang tua telah berusaha menyediakan hidangan lezat nan menarik di atas meja. Tanda tanya besar apa penyebab anak susah makan sangat wajar bila muncul dalam benak orang tua. Beruntung sekali, disini akan dicoba menjawab faktor faktor yang bisa menjadi sumber masalah anak susah makan. Apa saja ? mari simak penjelasan berikut ini. 

1. Sesi makan menimbulkan tekanan tersendiri

Tidak bisa dipungkiri, terkadang anak anda memiliki traits atau karakter ‘pilih pilih makanan’. Bukan karena manja, tapi beberapa anak memang punya indera perasa lebih peka dibanding yang lain sehingga anak cenderung tidak mau menyantap beberapa jenis makanan. Sesi makan harusnya menyenangkan, memaksa anak bukan solusi tepat.

Terus menyodorkan bahan makanan tertentu yang si kecil tidak sukai, menghasilkan 2 kemungkinan. Pertama, anak menjadi takut dengan bahan tersebut dan pada anda, dan akan berujung pada anak memaksa diri sambil mengesampingkan perasaan. Tidak hanya pada saat makanan, rasa takut juga mempengaruhi karakter anak ke depannya dimana si kecil tidak berani mengungkapkan pendapatnya.

Kedua, secara kasat mata memang sepertinya anda berhasil membuat anak makan bahan yang tidak sukai. Walau sejatinya anak memendam rasa tidak nyaman yang bahkan bisa meledak menjadi rasa benci berlebihan terhadap bahan makanan tersebut. Sama dengan kemungkinan pertama, karakter anak akan berubah menjadi pemberontak dan tidak mau terbuka terhadap anda.

2. Alergi dan rasa bosan

Berbeda dengan tipe anak pada penjelasan ‘sesi makan menimbulkan tekanan tersendiri’ kesulitan makan anak disebabkan oleh banyaknya alergi yang ia idap. Karena bahan makanan yang dapat ia makan cukup terbatas, rasa bosan tidak dapat dipungkiri lagi. Terlebih jika anak punya lebih dari 1 alergi makanan, tidak hanya anda yang jenuh memasak bahan makanan tersebut bahkan anak sendiri pun merasa sesi makanan bukan sesuatu yang asyik.

Kondisi ini sebetulnya bisa menjadi kesempatan atau malah malapetaka. Kenapa ? Anda sebagai orang tua bisa mencoba berbagai resep masakan dengan menggunakan bahan yang sama supaya anak tetap senang. Tapi, tidak banyak orang memiliki keahlian untuk memasak dan kalaupun anak terus diberi bahan yang sama, bisa jadi alergi baru akan timbul. Sama saja seperti fase gali lubang tutup lubang tanpa akhir. Solusi paling tepat adalah membawa anak ke dokter untuk berkonsultasi mengenai kondisi anak.

3. Terlalu banyak gangguan

Faktor satu ini banyak sekali terjadi namun tidak disadari. Anda sendiri mungkin sering melakukannya karena kebiasaan. Gangguan yang dimadsud disini adalah makan sambil melakukan aktivitas lain seperti nonton tv, bermain hand phone, dan banyak lagi. Sayang, otak anak masih dalam fase berkembang. Terlepas dari jenis kelamin anak (perempuan cenderung ahli dalam multi tasking), pada masa kecil otaknya belum mampu bekerja bersamaan dalam satu waktu. Sedangkan, fase usia muda adalah saat paling tepat untuk meniru.

Anak kemungkinan besar sering melihat anda makan sambil melakukan hal lain sehingga ia ingin mencontoh. Atau, seperti kebanyakan kasus, anda sendiri yang membiasakan anak untuk tidak fokus makan. Menyalakan tv agar anak diam saat makan sangat sering dilakukan. Jalan satu ini cukup mudah hanya berdampak buruk dalam jangka waktu lama. Fokus anak belum sempurna, mengajak anak menonton tv akan membuatnya memilih antara makan dan menonton. Jawaban yang jelas tentu saja anak memilih menonton tv karena tingkat senang saat menonton tv lebih tinggi dibanding melahap hidangannya.

Jika belum terlanjur, segera hindari kebiasaan satu ini, tapi apabila sudah kepalang basah segera hentikan. Tidak mudah diawal tapi anda akan bersyukur setelah si kecil terbiasa untuk menikmati momen makan dibanding teralihkan dengan apa yang ada disekitarnya.

4. Terlalu banyak kudapan

Anak susah makan karena anda membiarkan ia untuk menyantap kudapan kapanpun si kecil mau. Coba anda perhatikan seberapa banyak keripik kentang, permen, cokelat, atau semacamnya bertebaran di rumah anda. Kerucutkan pandangan anda pada seberapa banyak kudapan yang bisa diraih anak dan disantapnya dalam kurun waktu sehari. Bisa jadi anda menemukan jumlah kudapan yang lebih besar dari perkiraan anda.

Kudapan, seperti yang ayah bunda pasti paham, bukan termasuk makanan karena sangat sedikit nutrisi yang ada dalam kudapan. Tapi, kudapan tetap mengisi perut anak meski kandungannya hanyalah kumpulan sampah. Jika memang ini yang terjadi, anda harus berpikir ulang untuk membiarkan anak memakan kudapan semau hatinya. Ketika anak terlalu banyak mengisi perut dengan kudapan, maka hanya ada sedikit ruang untuk makanan yang anda sediakan.

5. Tekstur makanan aneh

Berbeda pengolahan makanan maka berbeda pula tekstur yang dihasilkan. Percaya atau tidak, beberapa anak terlahir dengan indera perasa yang berbeda dengan anak lain, bahkan untuk hal kecil seperti tekstur. Lembek, terlalu halus, atau keras adalah tipe tekstur yang tidak terlalu favorit dalam dunia anak terutama mereka yang sangat sensitif mengenai tekstur. Kuncinya adalah memperhatikan makanan tipe apa yang disukai anak dengan demikian anda bisa menyesuaikan selera bagi anak

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *