Seharusnya Begini Cara Mengajarkan Sopan Santun Pada Balita

sopan santun pada balita

www.friso.co.id

Banyak sekali tips tentang mengajarkan sopan santun pada balita. Sangat normatif dan sepertinya mudah diterapkan. Akan tetapi, pada kenyataannya, tidak mudah mengimplementasikan.

Di satu sisi, ibu sangat ingin memiliki anak yang sopan di depan orang lain. Mungkin ibu satu dari sekian banyak orang tua yang setuju pentingnya arti sebuah kepribadian yang baik melebihi kecerdasan intelektual. Sekarang ini, banyak sekali anak yang cerdas secara intelektual namun kurang memiliki kepribadian yang baik.

Bahkan, jika ditelusuri lebih lanjut lagi, membangun sebuah kepribadian yang baik dan sopan lebih diperlukan daripada membuat anak cerdas. Banyak anak yang cerdas namun memiliki kepribadian yang kurang baik. Sementara itu, anak dengan kepribadian yang baik akan mendapatkan kecerdasan dengan lebih mudah. Jadi, maka yang akan ibu dahulukan? Tentu saja mengajarkan agar anak memiliki kepribadian yang baik, bukan?

Oleh sebab itu, sudah seharusnya ibu memperhatikan bagaimana balita berlaku sopan kepada yang orang lain. Ini bisa menjadi salah satu tanda keberhasilan ibu dalam mendidik anak.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan? Berikut ini bukan teori, melainkan hal kecil yang bisa ibu lakukan untuk mengajarkan sopan santun kepada balita.

Berbahasa Yang Baik

Sopan santun tidak hanya terwujud dari tingkah laku, tapi juga ucapan. Oleh sebab itu, mengajarkan sopan santun kepada si kecil bisa dimulai dari mengajarkan bagaimana berkata yang baik.

Sepertinya orang jawa paling mudah mengajarkan sopan santu berbahasa. Pasalnya, di dalam Bahasa Jawa, ada tingkatan bahasa yang menunjukkan kesopanan. Ada bahasa yang digunakan untuk orang yang seumuran. Ada juga bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antara orang yang muda dengan orang yang lebih tua. Semuanya ada tata bahasanya sendiri.

Namun, tidak menutup kemungkinan juga ibu bisa mengajarkan kesopanan berbahasa meskipun ibu menggunakan Bahasa Indonesia. Menghindari berteriak dan membentak menjadi cara yang tepat mengajarkan sopan santun berbahasa kepada balita.

Dalam hal ini, ibu harus ingat balita menirukan apa saja yang ibu katakan. Jadi, ibu sebaiknya berhati-hati dalam berucapkan. Pastikan ibu tidak membentak, berteriak, menaikkan nada bicara, dan cara berbicara yang kurang sopan lainnya. Dengan demikian, balita ibu hanya akan menirukan bahasa yang baik seperti yang ibu pratekkan setiap hari.

Membiasakan Memanggil Seseorang Dengan Baik

Untuk orang timur khususnya Indonesia, memanggil langsung nama seseorang itu kurang sopan. Harus ada embel-embel yang sesuai seperti mas, kakak, adik, pak, ibu, dan lain sebagainya. Ini juga berkaitan dengan kesopanan dalam berbicara.

Ibu bisa mulai mengajarkan kesopanan pada balita dengan cara membiasakan memanggil seseorang dengan baik. Ajarkan agar menambahkan mas, mbak, tante, dan lain sebagainya. Ini merupakan cara yang sederhana agar anak sopan dengan orang lain.

Tentu saja anak ibu tidak bisa langsung menggunakan kata-kata tersebut. Ibu harus mencontohkan. Ketika ibu sedang berjalan-jalan dengan si kecil dan bertemu dengan seseorang yang lebih tua, ibu bisa beritahu si kecil untuk memanggilnya dengan panggilan yang sesuai seperti tante, om, budhe, pak dhe dan lain sebagainya.

Yang paling sering dilakukan adalah orang tua yang membahasakan seolah-olah mereka anak. Artinya, ibu sebagai orang tua memanggil siapapun seolah-olah ibu adalah anak ibu. Ini sebagai cara pembelajaran. Dengan tujuan, ketika ibu memanggil seseorang dengan kata om, tante, dan lain sebagainya, anak ibu akan menirukannya. Dengan demikian, anak ibu tidak akan keliru ketika memanggil seseorang.

Kritik Dengan Sopan

Tahukah ibu kesalahan apa yang paling sering dilakukan oleh orang tua sehingga mereka gagal mendidik anak mereka agar menjadi anak yang sopan? Mereka sering memarahi dan mengkritik anak dengan cara yang tidak sopan.

Setiap anak pasti melakukan kesalahan. Namun, sebesar apapun kesalahan yang dilakukan oleh si kecil, ibu tidak boleh memarahinya apalagi dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan.

Rumusnya sama. balita akan meniru apa yang ibu lakukan dan apa yang ibu katakan. Jika ibu ingin melihat anak ibu menjadi anak yang sopan, maka bertindaklah sopan. Ibu harus menjadi role model yang baik.

Tentu saja masih banyak sederhana lainnya yang bisa ibu lakukan untuk mengajarkan sopan santun santu pada balita. Yang pasti, mereka membutuhkan sebuah contoh yang baik. Tidak lain itu adalah ibu sebagai orang tua. Jika ibu mencontohkan yang baik, maka anak ibu akan tumbuh menjadi anak yang baik dan sopan. Begitu juga sebaliknya.

Karena alasan itulah mengapa sangat penting bagi orang tua untuk belajar mengenai parenting. Ini merupakan ilmu tentang bagaimana mendidik dan membesarkan anak. Mendidik bukan tugasnya guru. Salah besar jika ibu menganggap seperti itu. Memang salah satu tugas guru adalah mendidik agar anak cerdas. Namun, pondasi yang kuat itu ada karena didikan dari orang tua. Jadi, sekalipun ibu memilihkan sekolah favorit, kecerdasan anak lebih banyak dipengaruhi oleh didikan ibu sebagai orang tua, apalagi yang berhubungan dengan sopan santun.

Mengenai parenting, ibu bisa belajar dari forum online dan situs tentang anak. Banyak sekali artikel tentang bagaimana menjaga dan mendidik anak dengan baik. Akan tetapi, selain parenting, ibu tidak boleh melupakan pentingnya nutrisi. Sebagai suplemen, susu balita dibutuhkan untuk memastikan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangannya sudah terpenuhi setiap hari. Jadi, ibu harus pastikan balita ibu mengkonsumsi susu, setidaknya dua kali setiap hari.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *