Sering Mengajak Bermain Agar Perkembangan Janin Lebih Optimal

Janin Mendengarkan Musik

www.pregnancy-baby-care.com

Tidak perlu menunggu sang buah hati lahir ke dunia jika ibu ingin mengajaknya bermain. Di dalam kandungan, ibu juga bisa bermain dengan si kecil lho. Dan mengajak bermain sangat disarankan demi lebih optimalnya perkembangan janin.

Yang pasti, walaupun bayi masih ada di dalam kandungan, ibu sudah bisa mengajaknya berinteraksi. Mengajak bermain menjadi hal yang sangat disarankan untuk dilakukan di mana itu artinya ibu mengajak si kecil untuk berinteraksi.

Lalu apa yang harus ibu lakukan? Permainan seperti apa yang membuat perkembangan bayi di dalam kandungan lebih optimal?

Sebelumnya, ibu harus tahu penjelasan ilmiah dari dokter kandungan mengenai tumbuh kembang bayi di dalam rahim.

Tahap Penting Perkembangan Janin

Kapan janin bisa mulai bergerak? Ini pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak ibu hamil seolah-olah hanya pergerakan bayi dalam kandungan menjadi tahap yang terpenting dalam perkembangan bayi.

Memang, pergerakan bayi sangat ditunggu-tunggu lantaran hal tersebut bisa dirasakan secara langsung oleh seorang ibu hamil. Akan tetapi, tahukah ibu jika bayi juga bisa mendengar?

Indera pendengaran menjadi indera yang paling cepat berkembang. Bahkan, menurut ahli medis, kebanyakan bayi di dalam kandungan sudah bisa mendengar lebih dulu daripada bergerak. Indera pendengarannya sudah bisa digunakan ketika usianya mencapai 3 bulan. Sementara itu, umumnya janin baru bergerak setelah usianya 4 bulan.

Tentu saja perkembangan tersebut bisa berbeda-beda pada setiap janin. Hal tersebut dipengaruhi oleh seberapa lengkap nutrisi ibu hamil yang sudah dipenuhi. Itulah mengapa dokter menyarankan agar seorang ibu hamil sangat memperhatikan pola makan yang baik.

Akan tetapi, selain nutrisi, stimulus dari luar pun tak kalah penting. Stimulus dari luar bisa dilakukan dengan cara mengajak bermain bayi di dalam kandungan.

Bermain Dengan Bayi Di Dalam Kandungan

Seperti penjelasan di atas, ada dua hal yang sangat menentukan perkembangan janin baik. Yang pertama adalah nutrisi dan yang kedua adalah stimulus. Mengajak janin bermain menjadi stimulus yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan bayi di dalam kandungan. Tentu saja permainan yang sesuai dengan perkembangannya.

Salah satu permainan yang bisa dilakukan adalah bermain cilukba. Apa mungkin? Mungkin saja. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ketika janin sudah berusia 3 bulan di dalam kandungan, indera pendengarannya sudah berfungsi. Ia bisa mendengarkan kata dari luar. Jadi, ketika ibu atau suami ibu mengajak si kecil dalam kandungan bermain cilukba, maka ia akan mendengar. Ketika ia sudah bisa bergerak, ia biasanya akan merespon dengan gerakan seperti tendangan dan pukulan.

Permainan lainnya adalah mengusap-usap perut ibu sendiri. Atau suami ibu yang mengetuk dan mengusap perut ibu. Ini tidak memberikan stimulus berupa suara melainkan belaian. Gerakan tidak hanya akan dilakukan bayi ketika ada suara dari luar lho. Jadi, ibu bisa ganti permainan dari bermain cilukba dengan sentuhan.

Jika ibu lelah dan ingin istirahat, ada baiknya ibu memperdengarkan musik. Ibu bisa pasang headset pada perut ibu dan biarkan si kecil mendengarkan musik. Namun, ibu harus tepat dalam memilihkan musik.  Musik dengan nada rendah akan membuat anak tertidur. Musik semacam ini bisa ibu putarkan di malam hari agar bayi di dalam kandungan tertidur lelap. Sementara itu, ketika pagi atau siang hari, ibu bisa putarkan musik dengan alunan nada cerita.

Perkembangan janin tidak hanya optimal dengan musik klasik ya bu. Jadi, intinya ibu harus memilihkan jenis musik sesuai dengan waktu dan kondisi.

Apakah ada permainan lainnya lagi yang bisa menstimulus perkembangan bayi di dalam kandungan? Ada lagi, yaitu membacakan cerita. Sebenarnya dari sekian banyak permainan, permainan yang satu ini yang sangat disarankan untuk ibu lakukan. Selain menstimulus perkembangan indera pendengaran, membacakan cerita juga akan mempererat hubungan antara ibu dan bayi. Pasalnya, bayi mendengar suara yang pertama, yaitu suara sang ibu. Menurut para ilmuan, semakin sering bercerita selama masa kehamilan, maka nanti setelah lahir, bayi akan memiliki keterikatan yang kuat dengan ibu. Jadi. Ibu perlu siapkan buku cerita yang menarik untuk sang buah hati.

Manfaat Untuk Sang Ibu Hamil

Sebenarnya, mengajak bermain tidak hanya bermanfaat untuk perkembangan bayi di dalam kandungan. Dengan sering mengajak bayi di dalam kandungan bermain, ini juga menjadi terapi untuk menghilangkan stres dan terlalu khawatir.

Banyak ibu hamil yang mengalami stres. Hal ini disebabkan karena kekhawatiran selama masa kehamilan dan bagaimana cara membesarkan sang buah hati nanti setelah lahir ke dunia. Biasanya ini terjadi pada seorang wanita yang mengandung anak pertama.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres saat hamil. Salah satunya dengan cara secara rutin bermain dengan bayi di dalam kandungan. Dengan melakukan hal positif ini, seorang ibu hamil akan melupakan hal-hal negatif yang membuatnya terlalu khawatir dan akhirnya stres.

Selain itu, sangat disarankan juga agar seorang ibu hamil rajin mencari pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kehamilan. Dengan cara tersebut, ibu bisa pastikan kesehatan ibu hami terjaga dan perkembangan janin pun lebih optimal.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *