Stop Merokok Di Dekat Ibu Hamil

Tidak hanya perokok aktif saja. Perokok pasif pun bahaya lho. Jika ibu sedang hamil, sebaiknya ibu menghindari tempat di mana ada seorang perokok.

Sulit? Tentu saja sulit. Apalagi hampir di setiap pojok mudah sekali ditemukan seorang perokok. Entah itu di pasar, di kendaraan umum, sampai di kantor saja terkadang ada saja orang yang merokok. Bahkan, mungkin di rumah saja suami ibu merokok.

Lalu, bagaimana cara menghindari asap rokok?

Sebenarnya yang paling tepat adalah mengedukasi para perokok. Setidaknya ketika ada orang yang tidak merokok dan menghargai seorang perokok, begitu juga sebaliknya. Seorang perokok harus menghargai orang yang tidak merokok. Mereka mematikan rokok dulu apalagi jika di dekat seorang ibu hamil.

Himbauan saja sepertinya tidak mempan untuk menanamkan kesadaran tersebut. Mungkin harus diperingatkan dengan cara lain, seperti memberitahukan apa yang bisa terjadi jika mereka tetap saja merokok di dekat ibu hamil.

3 Hal Buruk Mengancam Janin

Sebenarnya sudah banyak yang membahas tentang dampak buruk asap rokok bagi ibu hamil. Seperti halnya yang sudah dijelaskan oleh pakar kesehatan ibu hamil di website ibu dan balita.

Penekanannya ada pada tiga hal berikut ini. Karena 3 hal inilah yang sangat berbahaya bagi janin di dalam kandungan.

  • Terganggunya Saraf Janin

Apakah janin sudah memiliki saraf? Pada usia tertentu, saraf janin sudah mulai terbentuk. Bahkan, saat usia kandungan mencapai di atas 3 bulan, ibu sudah bisa mengajak berkomunikasi bayi di dalam kandungan.

Sayangnya, perkembangan saraf janin itu bisa terganggu karena beberapa hal. Bisa karena nutrisi yang tidak terpenuhi atau juga karena asap rokok yang dihirup oleh ibu hamil.

Jadi, untuk memastikan perkembangan saraf baik, sebaiknya stop merokok di samping seorang ibu hamil. Itu untuk kebaikan generasi penerus.

  • Gangguan Pernafasan

Siapa bilang gangguan pernafasan bisa terjada pada ibu hamil saja. Bahaya tersebut juga bisa terjadi pada janin di dalam rahim lho.

Harus dipahami semua yang ibu hamil dapatkan, entah itu dari makanan atau udara yang ia hirup, semua itu berpengaruh terhadap kesehatan serta perkembangan janin di dalam kandungan.

  • Bayi Tidak Berkembang

Ada fenomena aneh. Tiba-tiba bayi di dalam rahim hilang. Sebenarnya itu bukan fenomena aneh. Bisa saja janin tidak berkembang dan akhinrya keluar dari rahim atau keguguran namun ibu tidak merasakannya.

Semakin hari, seharusnya janin semakin berat. Namun, jika berat janin justru menurun, tentu ada hal yang harus ibu khawatirkan.

Hindari asap rokok dan ibu harus selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan setidaknya satu dalam kurun waktu satu bulan.

Atau ibu bisa kunjungi www.ibudanbalita.com jika ibu ingin konsultasi online dengan pakar kesehatan ibu hamil.

Titik Balik Para Perokok

Jika ibu memiliki seorang suami perokok, justru ketika ibu sedang hamil, ibu bisa jadikan momentum tersebut sebagai titik balik. Jadi, ibu bisa memberikan wawasan kepada suami ibu agar mulai tidak merokok di dalam rumah atau ketika sedang bersama dengan ibu.

Bukan tidak mungkin lambat laun suami ibu akan mulai meninggalkan kebiasaan buruk merokok tersebut. Bukankah ini momen yang sangat baik untuk membantu suami berhenti merokok?

Sebenarnya, siapapun pasti ingin melihat memiliki anak yang sehat dan cerdas. Dan jika semua suami perokok memahami hal tersebut, pasti mereka akan dengan senang hati berhenti merokok.

Semoga dengan kesadaran seperti itu, akan semakin banyak bayi yang lahir dalam keadaan sehat karena udara tidak penuh dengan asap rokok.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *