Sulitnya Menjaga Kesehatan Balita Saat Pergantian Musim

perkembangan bayi 3 bulan

www.ibudanbalita.com

Saat ini sedang dalam masa pergantian musim. Waspada dengan kondisi kesehatan balita ya bu. Si kecil pasti mudah sekali ngedrop. Jangan sampai ibu menemukan anak tiba-tiba terlihat pucat, lemah lesu, dan tidak semangat seperti biasanya. Itu tanda-tanda anak sedang tidak enak badan.

Kondisi kesehatan yang menurun pada dasarnya disebabkan sistem kekebalan tubuh yang menurun. Di sisi yang lain, bakteri dan virus justru lebih leluasa berkembang. Akibatnya, penyakit semakin mudah menyerang tubuh sang buah hati.

Namun, ibu tidak perlu khawatir. Ibu tidak perlu overprotective. Bukan berarti ibu harus melarang anak keluar rumah dan bermain dengan teman-teman karena ibu takut ia sakit. Yang perlu ibu waspadai hanya beberapa penyakit saja. Penyakit apa saja itu?

Penyakit Yang Paling Sering Menyerang Balita

Ada satu paket yang paling sering menyerang balita saat pergantian musim atau yang disebut juga dengan pancaroba. Yaitu flu, pilek, dan demam. Biasanya, kondisi tubuh melemah dan tiba-tiba si kecil terkena pilek. Lama kelamaan, flu pun datang. Akhirnya, suhu tubuhnya meningkat.

Kondisi seperti ini biasa sangat lama sekali. Tergantung pada sistem kekebalan tubuh. maka dari itu, ada dua hal yang sangat disarankan untuk dilakukan saat anak mengalami flu, pilek, dan demam.

  1. Memberikan Peningkat Imun

Ada banyak sekali jenis sirup yang fungsinya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Atau ibu bisa berikan susu balita terbaik Friso Gold 3. Susu ini mengandung semua kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun balita.

  1. Istirahat

Tidak ada cara yang lebih tepat selain istirahat saat balita terkena flu, pilek, dan demam. Bahkan, tidak ada obat yang ampuh. Bisa saja ibu mengajak si kecil ke dokter. Obat yang diberikan hanya sebagai pereda dan pencegah bakteri semakin merajalela sehingga si kecil sulit sembuh. Jadi, apapun yang ibu berikan entah itu obat atau apapun itu, si kecil harus banyak istirahat.

  1. Minum Air Putih

Sama halnya dengan orang dewasa. Anak juga bisa mengalami radang karena serangan bakteri. Dan ketika anak batuk, sangat mungkin sekali si kecil mengalami radang.

Obat radang yang paling manjur adalah air putih. Pastikan si kecil mengkonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak. Akan lebih baik jika air yang dikonsumsi hangat.

Jika anak tidak sembuh juga dalam kurun waktu seminggu, sebaiknya ibu konsultasi dengan dokter. Diperlukan treatment khusus untuk mengembalikan kesehatan anak seperti sediakala. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik. Ini memang kurang baik. Namun, karena kondisi penyakit sudah sangat parah, antibiotik menjadi pilihan yang tepat.

Pencegahan Yang Harus Dilakukan

Tentu saja anak yang tidak mudah terkena penyakit saat pergantian musim memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar sistem kekebalan tubuh anak siap untuk menangkis serangan dari bakteri atau virus?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan.

  1. Buat Anak Ceria

Walaupun sedang hujan, ibu harus pastikan anak bisa bermain dengan ceria. Siapkan permainan yang bisa dimainkan di dalam rumah. Menurut penelitian, keceriaan membuat tubuh memproduksi sel dalam jumlah yang banyak. Dan sel tersebut akan membantu peningkatan sistem kekebalan tubuh.

  1. Lebih Banyak Istirahat

Terkadang, balita itu sulit sekali tidur siang. Apalagi jika usianya sudah menginjak 3 atau 4 tahun. Ia sangat jarang sekali tidur siang.

Akan tetapi, di saat pergantian musim, sebaiknya ibu pastikan si kecil tidur siang. Ia harus lebih banyak istirahat agar tubuhnya berhenti dari melakukan aktivitas. Dan pada saat itulah tubuh melakukan perbaikan sel. Dan sistem kekebalan tubuh juga melakukan penguatan secara alami.

  1. Menyiapkan Makanan

Kondisi kesehatan anak balita sangat dipengaruhi oleh makanan yang ia konsumsi. Dalam hal ini, bukan hanya makanan bergizi saja yang harus ibu siapkan, melainkan juga makanan yang benar-benar bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ada banyak sekali pilihan makanan, dalam hal ini seperti bubur kacang hijau, roti dengan selai berupa madu, ikan, telur, dan daging. Sementara itu, ibu juga harus siapkan minuman yang mengandung tinggi vitamin C.

Setidaknya itulah hal sederhana yang bisa ibu lakukan sebagai langkah pencegahaan.

Meskipun demikian, tentu bukan tidak mungkin suatu ketika si kecil tiba-tiba lemas. Pada saat itulah, ibu harus cek kondisi kesehatannya. Jangan sampai terlanjur sakit sehingga si kecil benar-benar sakit.

Lakukan konsultasi dengan dokter anak di www.friso.co.id. Konsultasi secara online bisa ibu lakukan. Laporkan apa yang terjadi sehingga dokter anak bisa memberikan solusi yang tepat. Ini cara pencegahan yang efektif untuk dilakukan.

Terlepas dari hal tersebut, kondisi kesehatan ibu juga harus dijaga. Bagaimanapun juga, kondisi kesehatan anggota keluarga saling berpengaruh. Apalagi jika flu yang menyerang. Virus bisa menyebar di dalam ruangan sehingga si kecil yang awalnya sehat bisa tertular.

Maka dari itu, untuk menjaga kesehatan anak itu harus menjaga lingkungan. Buatlah sirkulasi udara di dalam rumah bagus. Artinya, angin bisa masuk dan keluar secara bebas. Ini bisa membuat penyebaran virus tidak begitu massive. Kalaupun ada salah satu anggota yang sakit, virus bisa dengan mudah terhempas keluar rumah karena sirkulasi udara yang baik.

Jadi, memang tidak mudah untuk menjaga kesehatan sang buah hati. Apalagi saat pergantian musim tiba. Namun, sulit bukan berarti ibu tidak bisa menjaga kesehatan balita, bukan?

 

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *