Tahap Perkembangan Anak Wajib Tahu

tahap perkembangan anak

Source: Jenny Pyfferoen

Tahapan perkembangan anak kerap jadi buah bibir di komunitas ayah bunda. Tak jarang, beberapa diantaranya pamer foto tiap kali buah hati berhasil mencapai sesuatu. Sayangnya, beberapa orang tua terutama anak pertama, masih buta akan tumbuh kembang si kecil. Tak tahu berarti beresiko lewatkan momen-momen penting yang tidak bisa diperoleh kembali. Jangan sampai jadi tipe orang tua dengan cap “tidak perhatian” padahal hanya faktor kurang ilmu saja.

Batu loncatan merupakan istilah untuk pencapaian suatu tahap ke tahap berikutnya. Setiap bayi juga demikian, pertumbuhan anak tentu tidak tumbuh besar mendadak. Justru, proses perkembangan sangat teratur dan perlahan. Walaupun sistem tubuh sudah otomatis, orang tua sangat diperbolehkan bantu dorong buah hati ke tahap berikutnya. Namun, pertama-tama tentu saja memahami apa saja “check point” perkembangan si kecil.

1 bulan gerakan amatir

Masa bayi paling imut walaupun tak melakukan apapun adalah tahun pertama kehidupannya. Eurofia kelahiran begitu terasa di atmosfer sekeliling. Kendati demikian, perasaan bayi di dalam tidak selalu sama dengan yang terlihat, terjadi perjuangan besar.

Otot dan tulang sangat rentan terhadap segala gerakan. Ibarat telefon genggam, orang dewasa setara daya tahan nokia jadul sedangkan bayi bagai telefon genggam pintar yang jatuh dari kasur saja sudah bermasalah. Inilah kenapa, gerakan kecil seperti mengangkat kepala, menatap balik, atau berhasil melihat hitam putih saja tergolong pencapaian besar. Jadi jangan salah dan meremehkan kemampuan si kecil, ya.

2 bulan keluar fase suara aneh

Gerak motorik masih tergolong lemah. Bahkan bisa dibilang bayi belum mampu lakukan banyak hal. Sejauh ini, perjuangan bayi hanya sebatas bebas dari belenggu leher. Dirinya akan terus mencoba mengangkat kepala untuk beberapa lama.

Umur 2 bulan, seharusnya si kecil sudah mampu berbicara tak jelas. Walaupun bagi orang tua hanya akan terasa seperti mendengar suara “janggal” dari mulut bayi seperti geraman, atau menghela nafas. Pada saat menyusui sekalipun, bayi akan mulai gunakan eraman sebagai isyarat kenyang atau sebagainya.

Sekilas, bayi seolah punya gangguan bicara, padahal tidak demikian. Jangan khawatir, secara garis besar si kecil hanya berlatih untuk perkembangan selanjutnya, orang tua cukup terus ajak bicara. Semakin aktif ayah bunda mengajak bicara, maka semakin cepat buah hati mencapai perkembangan selanjutnya.

3 bulan masa ceria

Masa paling menyenangkan adalah trimester pertama. Biasanya merawat bayi akan terasa sedikit bosan. Hal ini dikarenakan bayi sulit ekspresif dan kerap tak merespon komunikasi orang dewasa. Sebelum mencapai 3 bulan, satu-satunya komunikasi yang bisa dirinya lakukan adalah melihat, sayangnya orang lain tak sadari hal satu ini karena bola matanya hanya bergerak tipis.

Jangan khawatir, pada 3 bulan, bayi sudah mampu tertawa, jadi bersiaplah untuk melihat beragam mimik muka yang bisa buat hati melting. Bahkan ada beberapa bayi dengan anugrah akting. Dalam artian, bayi akan dengan mudah menirukan ekspreksi muka yang ditujukkan lawan bicara. Wah, pasti sangat menyenangkan! Siap-siap si kecil direbutkan banyak pecinta anak yang bertamu.

4 bulan berasa Hercules

Bayi biasa identik dengan lemah dan tak mampu berbuat apapun. Namun, layaknya semua manusia di muka bumi, akan ada 1 titik dimana dirinya harus berdiri sendiri, atau berjuang untuk dirinya sendiri. Walaupun hati belum kuat, minimal fisik sudah mulai memperkokoh dirinya sendiri. Tak heran, perkembangan 4 bulan diibaratkan kebangkitan Hercules.

Tokoh mitologi yunani satu ini digambarkan manusia kuat keturunan setengah dewa. Pada kasus kali ini tentu tak berlebihan. Melainkan, otot dan tulang yang berkembang sangat pesat, hingga bayi bisa capai hal yang tak dirinya duga. Jangan muluk-muluk, cukup mengangkat kepala selama beberapa detik saja sudah sangat bagus dan super. Kadang, bayi pamer sedikit kebolehan otot dengan cara mengangkat badan beberapa senti kala tengkurap di lantai.

5 bulan mulai gerak aktif

Bayi pada umumnya tak gampang lelah. Hal ini dikarenakan potensi perkembangan si kecil begitu luas, hingga pada satu titik dirinya tak lagi mengenal apa itu lelah. Di usia sebelumnya, mungkin tak terlihat dengan jelas bahwa si kecil selalu aktif karena memang kondisi tubuh belum begitu mendukung untuk banyak gerak.

Akrobat, atau menari dengan tenaga besar kerap jadi definisi aktif. Pada kasus bayi, tentu saja, jauh berbeda. Bayi belum punya kemampuan besar hingga dirinya mampu berikan gerakan kompleks seperti menari. Orang tua justru menemukan keajaiban apabila bayi berhasil membalikkan tubuh sendiri tanpa dibantu. Kalau ada waktu, ayah bunda bisa nikmati proses bayi berusaha mengangkat badan kecilnya supaya mampu rolling. Di situs youtube sendiri, topik satu ini cukup menyita penonton.

6 bulan kenali suara

Manusia adalah mahluk sosial, pada satu titik dalam hidup, bayi tidak akan berhenti sekedar pada bergerak tubuh tanpa mencoba pahami kondisi sekitar. Karena inilah, ada masa dimana si kecil harus menyadari siapa dan apa saja yang ada sejauh mata memandang.

Ucapan salam akan mampu ciptakan obrolan yang cukup panjang. Komunikasi dasar ini diam-diam telah dipraktekkan bayi yang belum paham apapun. Tentu saja, bukan berarti buah hati mampu ucapkan salam lengkap. Namun, dengan bersuara aneh, menghela nafas, menoleh, ataupun memandang dalam waktu lama kepada lawan bicara termasuk tahapan perkembangan bayi yang tergolong sangat penting selama masa kecilnya.

Kapan bayi bisa berjalan? Simak di sini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *