Tanda Kapan Bayi Bisa Duduk

kapan bayi bisa duduk

image source: outlaw photography

Duduk mungkin terdengar sepele tapi bagi banyak bayi yang belum memahami dunia ini, duduk bisa menjadi sesuatu yang patut diperjuangkan. Orang tua diam – diam juga bertanya kapan bayi bisa duduk, apalagi jika anak pertama dengan mata dan tawa yang makin terlihat jelas.

Sebenarnya pertanyaan pertama yang tepat bukan tepat tapi apa pertanda awal bayi bisa duduk. Orang tua yang sudah lebih paham bagaimana gejala – gejala bayi duduk tentu akan lebih bisa membantu mempercepat proses anak duduk dibanding orang tua yang tidak paham. Bayi bunda dan ayah mungkin sebenarnya sudah mulai menunjukkan gelagat hendak duduk tapi karena orang tua kurang peka, tidak ada bantuan yang tersalurkan.

Sejatinya orang tua bisa saja menaruh bayi dalam posisi duduk dari hari pertama lahir, tapi tentu ayah bunda tidak ingin selamanya menata posisi duduk anak seperti boneka. Harapan anak tetap akan duduk sendiri tetap ada. Umumnya, bayi mulai mampu duduk sendiri pada usia 4 bulan keatas. Otot leher, dan tulang badan bayi mulai kokoh di usia 4 bulan menjadikan usia ini menjadi era gerak anak. Apabila anak anda sudah menginjak usia 4 bulan dan masi belum duduk juga, anda tidak perlu khawatir. Setiap anak memiliki ‘waktu’ pertumbuhan sendiri – sendiri terlepas dari diatas atau dibawah rata – rata.

Tanda bayi bisa duduk dari awal sebetulnya dimulai dari satu gerakan mudah yang terlewati pandangan orang dewasa. Mengangkat kepala meski hanya beberapa inci membutuhkan perjuangan yang cukup berat bagi si kecil. Apabila anda melihat anak sudah mulai mengangkat kepala barang sedikit saja namun sering, pelatihan agar si kecil cepat duduk sebenarnya sudah bisa dimulai. Perhatikan saja setiap kali bayi sepertinya sedang berusaha mengangkat kepala hingga sukses berarti anda sudah bisa mengembangkan keahlian satu ini ke tahap lebih lanjut yakni duduk. Tes mengangkat kepala juga bisa dilakukan dengan berpura – pura melihat keatas dan perhatikan apakah bayi mengikuti gerak anda.

Pelatihan pertama dimulai dari pengangkatan kepala. Bayi harus bisa dipancing untuk mengangkat kepala sebanyak – banyaknya dalam sehari. Ibarat olah raga gym yang mengangkat  beban sedikit demi sedikit namun terus bertambah, pelatihan bayi juga sama. Memangku bayi sebetulnya langkah pertama yang cukup tepat. Dengan memangku bayi sambil mengajak berbicara, bayi terangsang untuk melihat keatas mencari muka anda. Menggendong juga memiliki efek yang sama guna menarik perhatian bayi mengadahkan kepala. Beberapa mainan gantung seperti lampu menyala yang bisa berputar juga membuat bayi ingin melihat keatas, tertarik dengan mainan barunya. Manapun cara yang anda pilih, pastikan bayi terus melatih kemampuan mengangkat kepala.

Mainan tidak hanya diciptakan guna membuang waktu bayi dan menguras kocek anda. Dengan cara yang tepat, mainan juga bisa menjadi jalan melatih bayi duduk. Tahap kedua setelah mengangkat kepala adalah menggerakkan punggung dan mempergunakan otot – otot yang sekarang dia punyai. Mainan gerak yang bisa mengeluarkan bunyi bunyian menarik perhatian merupakan pilihan yang cukup baik. Ajak saja si kecil meraih mainannya. Misalkan saja memakai mobil yang bisa digerakkan, arahkan mobil menjauh dari bayi sehingga si kecil akan mencoba mengejar mobil tersebut. Gunakan teknik ini dengan berbagai macam mainan gerak lainnya. Awal mula anak anda bisa saja hanya merangkak dalam posisi tiduran, tapi perlahan bayi akan mencoba mengangkat badan. Siapa, sih yang tercipta untuk merangkak dalam posisi tiarap kalau tidak dalam bahaya.

Menemani anak bermain tidak hanya membuat bayi semakin dekat dengan ibu dan ayah namun bisa mempercepat proses duduk. Pada saat bermain alih – alih orang tua melihat dari jauh dengan majalah di tangan, cobalah berada di dekat bayi. Posisikan kaki dalam bentuk huruf ‘V’ dan letakkan bayi dengan posisi duduk, manfaatkan badan anda sebagai sandaran bayi. Bayi awalnya belum terlalu kuat menopang dirinya sendiri tapi perlahan tapi pasti bayi akan duduk sendiri tanpa bantuan bunda lagi, tentu saja sebelum saat itu tiba bunda harus tetap bersabar.

Beberapa dari anda, para pembaca, bisa saja telah melakukan tips – tips diatas dan berusaha sebisanya. Umur maksimal bayi tidak lagi normal apabila belum mampu duduk sendiri ada pada usia 9 bulan. Seharusnya otot dan tulang sudah masuk dalam tahap merangkak dan bukan lagi duduk. Memang dikatakan di awal bahwa bayi memiliki jangka waktu pertumbuhan sendiri – sendiri sehingga tidak bisa disamakan. Tapi, ada kalanya batas waktu normal terakhir terlampaui sehingga harus ada pemeriksaan medis. Bayi prematur memang umumnya tumbuh lebih lambat dibanding bayi yang tidak sehingga batas maksimalnya ada pada 10 bulan, lebih dari itu segera periksakan pada dokter.

Saran telah tersampaikan sekarang tinggal bagaimana anda mempraktekkannya. Jangan lupa untuk terus menjaga nutrisi anda agar tubuh bayi juga tumbuh kuat. Ingat, apabila anda menyusui gizi yang anda punyai akan tersalurkan pada bayi. Jadi, jangan hanya bergantung pada bayi namun bayi bergantung pada anda. Konsultasikan dengan dokter dan tanyakan bagiamana kondisi bayi pada saat pemeriksaan rutin. Tanyakan saran – saran dari teman atau orang tua yang telah berpengalaman. Kunci terakhir adalah bersabar. Selama bayi belum mencapai batas maksimal tidak mampu duduk, anda tidak perlu memaksa. Kapan bayi bisa duduk tergantung pada anda dan bayi sebagai cerminan.

Apabila bunda sedang hamil dan ayah ingin tahu perkembangannya, simak tulisan dari Awal Nestle ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *