Tanya Dokter Anak Tentang Pneumonia

tanya dokter anak tentang pneumonia

www.ibudanbalita.com

Sebenarnya yang paling tepat adalah tanya dokter anak jika ibu ingin tahu apa itu pneumonia. Mungkin ibu kurang familiar dengan istilah ini padahal ini salah satu hal yang berbahaya jika anak ibu terkena penyakit ini.

Untuk itu, ada baiknya ibu ketahui apa saja tanda-tanda anak terkena pneumonia dan apa langkah yang harus dilakukan. Setelah ibu tahu mengenai penyakit berbahaya ini, ibu juga harus menerapkan cara pencegahan.

Fakta Mengenai Balita Terkena Pneumonia

Ada satu hal yang harus menjadi catatan dan harus ibu ingat. WHO sebagai badan kesehatan internasional merilis sebuah laporan bawasannya pada tahun 2015, terdapat hampir 6 juta balita yang terkena pneumonia yang akhirnya meninggal dunia. Inilah yang menjadikan pnemunia merupakan penyakit yang paling berbahaya karena paling banyak menyebabkan kematian pada balita.

Kenapa balita? Bagaimana dengan orang dewasa? Sebenarnya penyakit ini menyerang siapapun tanpa mengenal usia. Hanya saja, sistem kekebalan tubuh balita yang lebih mudah ditembus oleh penyakit ini. Inilah mengapa jumlah balita yang terkena pneumonia sangat tinggi.

Lalu, yang harus ibu ketahui mengenai penyakit yang satu ini? Setidaknya ibu tahu terlebih dahulu apa saja tanda-tanda pneumonia yang dialami oleh anak balita.

Tanda-Tanda Balita Terkena Penumonia

Sayangnya, beberapa tanda pneumonia hampir sama dengan tanda-tanda penyakit lainnya. Untuk itu, setelah ibu tahu tanda-tanda berikut ini, ibu tetap saja butuh bantuan ahli medis. Ibu harus konsultasi dengan dokter anak.

  1. Suhu Badan Yang Sangat Tinggi

Balita yang terkena pneumonia biasanya mengalami demam. Ini berbeda dengan demam biasanya. Demam yang dialami oleh balita tersebut disertai dengan keluarnya keringat dalam jumlah yang sangat banyak. Badannya juga sering menggigil.

  1. Batuk

Pneumonia berhubungan dengan paru-paru. Oleh sebab itu, salah satu gejala atau tanda-tandanya adalah batuk berdahak.

  1. Sesak Nafas

Dari berbagai gejala pneumonia, tanda yang satu ini yang paling sering terjadi. Bahkan, tanda yang satu ini paling awal muncul. Paru-paru balita mengalami masalah sehingga ia terlihat susah untuk bernafas.

  1. Lemah Dan Lesu

Karena ada masalah dengan paru-parunya, maka secara keseluruhan ada masalah dengan sistem pernafasan sang buah hati. Hal ini memicu kurangnya pasokan oksigen di dalam tubuh. Akibatnya, organ tubuh tidak bisa bekerja maksimal sehingga badan balita terlihat lemah dan lesu.

Dari keempat gejala tersebut, ibu pasti masih merasa kebingungan mengingat tanda-tanda tersebut hampir sama dengan tanda-tanda terjadinya penyakit lainnya. Itulah mengapa banyak orang tua yang sadar jika ternyata balita mereka mengalami pneumonia. Mereka hanya mengira balita mereka mengalami batuk dan demam biasa.

Itulah mengapa jika balita ibu mengalami masalah seperti demam, batuk, atau sesak nafas dan hal tersebut terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, sebaiknya ibu segera bertanya dokter anak. Ibu bisa tanya secara online terlebih dahulu di www.ibudanbalita.com. Ada dokter anak yang akan menjawab pertanyaan yang ibu berikan.

Penanganan Balita Yang Terkena Pneumonia

Sebelum membahas tentang penanganan balita dengan pneumonia, ada satu hal yang harus ibu ketahui. Penyakit yang satu ini bisa disebabkan oleh virus, bisa juga disebabkan oleh bakteri. Oleh sebab itu, penanganan yang diberikan oleh dokter pun berbeda-beda, tergantung apakah pneumonia disebabkan oleh bakteri atau virus.

Jika penyakit ini disebabkan oleh bakteri, langkah paling awal dan paling penting yang akan dilakukan adalah memberikan antibiotik. Untuk yang satu ini, diperlukan perhatian dan penanganan langsung dari dokter anak. Biasanya, jika perawatan intensif sudah dilakukan,  balita akan terbebas dari pneumonia dalam kurun waktu 3 hari saja.

Lain hal jika pneumonia disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak diperlukan. Balita harus mengkonsumsi obat antivirus. Dan masa penyembuhannya jauh lebih lama, sekitar 2-3 minggu.

Untuk itu, sebaiknya ibu tanya kepada dokter anak terlebih dahulu mengenai hal ini. Dokter akan melakukan diagnosa untuk mengetahui apa yang menyebabkan pneumonia ini. Dengan demikian, langkah penanganan yang akan diberikan pun tepat.

Langkah Pencegahan Perlu Dilakukan

Meskipun sudah ada obat untuk mengatasi pneumonia, langkah pencegahan tetap lebih baik. Seperti yang ibu ketahui, ada dua hal yang menjadi penyebab pneumonia, yaitu bakteri dan virus. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan sebagai langkah pencegahan.

  • Vaksinasi

Sebenarnya, salah satu alasan mengapa pemerintah menggalakkan imunisasi atau vaksinasi adalah untuk mencegah terjadinya penyakit berbahaya pada balita. Salah satunya pneumonia. Untuk itu, pastikan balita ibu sudah mendapatkan vaksinasi untuk pneumonia dan juga influenza.

  • Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Survey membuktikan, ada dua orang yang mudah sekali terserang pneumonia. Yang pertama adalah balita dan yang kedua adalah orang tua berusia di atas 65 tahun. Kenapa? Karena mereka memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Untuk itu, yang perlu ibu lakukan adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh sang buah hati. Ada banyak hal yang bisa ibu lakukan. Salah satunya dengan memberikan susu balita terbaik Frisian Flag Jelajah untuk balita 1-3 tahun atau Frisian Flag Karya untuk anak 4-6 tahun.

Semoga dengan mengetahui informasi yang satu ini, balita ibu bisa terhindar dari pneumonia. Banyak hal yang harus ibu ketahui dan lakukan untuk memastikan si kecil terhindar dari masalah kesehatan sehingga tumbuh kembangnya baik. Maka dari itu,

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *