Tidak Hanya Sistem Imun Yang Menangkal Bakteri

sistem imun

www.friso.co.id

Sistem imun selalu yang dikaitkan dengan kesehatan balita. Saat si kecil sedang sakit, banyak orang yang menganggap hal tersebut disebabkan oleh kondisi sistem kekebalan tubuhnya yang lemah. Akhirnya, para orang tua memberikan semacam multivitamin yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh tersebut.

Memang anggapan tersebut tidak salah. Hanya saja, ada satu hal lain yang juga perlu untuk dipahami. Ada beberapa lapisan lain selain sistem imunitas yang juga berperan dalam menangkal bakteri penyebab penyakit.

Lapisan Sistem Pertahanan Tubuh

Tubuh manusia sudah dilengkapi dengan beberapa lapisan sistem pertahanan. Salah satunya adalah kulit. Bagian tubuh terluar memiliki banyak fungsi. Kulit melindungi organ dalam dari gesekan-gesekan dengan benda tertentu. Selain itu, kulit membantu mengatur suhu tubuh. Dan siapa sangka jika kulit juga berperan dalam melindungi tubuh agar tidak terkena bakteri.

Tidak hanya kulit saja yang menjadi sistem pertahanan tubuh. Ada juga yang lain seperti cairan, urin, dan juga selaput lendir. Jadi, semua organ tubuh sebenarnya berkaitan satu sama lain untuk mempertahankan kesehatan. Semuanya terintegrasi agar balita selalu sehat sehingga bisa tumbuh dan berkembang secara maksmimal.

Sayangnya, lapisan sistem pertahanan tubuh tersebut bisa saja menurun. Bahkan, seiring dengan berjalanannya waktu, peran masing-masing semakin berkurang. Oleh sebab itu, hal yang paling penting dan bisa diandalkan adalah sistem imun di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat orang menganggap immune system menjadi sistem yang paling bertanggungjawab dalam menjaga kesehatan balita. Pada kenyataannya tidak. Meskipun demikian, harus diakui perannya lebih besar jika dibandingkan dengan peran sistem pertahanan yang lainnya seperti kulit.

Sistem Imun dan Immunodilator

Ibu mungkin sudah sering dengar istilah sistem imun. Bagaimana dengan istilah immunodilator?

Sebenarnya, immunodilator merujuk pada sesuatu hal yang bisa meningkatkan sistem imunitas balita. Jadi, ini semacam booster yang akan membantu sistem kekebalan tubuh semakin kuat. Dengan demikian, balita tidak mudah sakit. Atau kalaupun ia sedang sakit, proses penyembuhan semakin cepat.

Muncul pertanyaan apakah seorang balita membutuhkan immunodilator? Setiap balita sebenarnya sudah memiliki sistem kekebalan tubuh alami, yang disebut dengan antibodi. Antibodi inilah yang ia dapatkan dari ASI. Hanya saja jumlah antibodi balita berbeda-beda. Secara umum, balita yang ketika masih bayi mendapatkan ASI eksklusif kemudian terus mendapatkan ASI hingga usia 2 tahun, maka jumlah antibodinya sangat banyak. Itu artinya daya ketahanan tubuhnya kuat dan ia tidak mudah sakit. Lain hal dengan bayi yang sejak kecil justru mendapatkan sufor atau susu formula yang tidak mengandung antibodi.

Meskipun demikian, bukan berarti balita yang mendapatkan ASI eksklusif tidak perlu immunodilator ya. Immnidilator ini bersifat membantu saja. Jadi, ketika bakteri menyerang begitu kuat, maka sistem imun tubuh harus dibantu untuk diperkuat. Biasanya, ini diperlukan ketika musim hujan tiba. Pasalnya, pada musim hujan, bakteri lebih mudah berkembang dan lebih kuat menyerang balita yang cenderung rentan terhadap penyakit.

Lalu, apa saja immunodilator itu?

  • Immunodilator Dari Tanaman Tradisional

Banyak sekali tanaman tradisional di Tanah Air yang ternyata berperan sebagai immunodilator. Ibu bisa pilih satu di antara tanaman berikut; jahe, temulawak, meniran, sambiloto, dan mengkudu. Itu semua adalah jenis immunodilator alami.

  • Immunodilator Dari Buah-Buahan

Tidak semua balita mau mengkonsumsi obat tradisional. Nah, alternatif lainnya adalah memberikan immunodilator yang enak, yaitu yang berasal dari buah-buahan. Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Ediati, S.E., Apt, mangga merupakan buah yang juga berperan sebagai immunodilator.

  • Semua Yang Mengandung Vitamin C dan E

Sekarang, sudah ada tablet atau sirup yang mengandung vitamin C dan E di mana produk semacam itu bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pada intinya, semua hal entah itu sayuran atau buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E itu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh balita.

  • Susu Pertumbuhan

Yang paling mudah dan pastinya disukai oleh balita adalah minum susu. Susu Pertumbuhan yang terbaik juga mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Akan tetapi, yang terpenting adalah pemahaman ibu bawasannya tidak hanya sistem imunitas saja yang harus diperkuat. Seperti yang sudah dijelaskan dari awal, kesehatan balita diproteksi oleh beberapa lapisan sistem pertahanan seperti kulit, lendir, urin, dan lain sebagainya. Sementara itu, sistem kekebalan tubuh menjadi pertahanan yang paling akhir untuk menangkat serangan bakteri yang menjadi penyebab penyakit.

Tentu ibu juga harus melakukan pencegahan. Artinya, ibu tidak hanya mengandalkan penguatan sistem kekebalan tubuh saja. Kesehatan lingkungan harus dijaga. Khususnya ketika musim hujan tiba, banyak sekali bakteri yang siap menyerang. Bersin, batuk, pilek, flu, dan demam menjadi penyakit yang paling sering menyerang balita di musim hujan. Para ahli kesehatan sudah memberikan tips mencegah penyakit tersebut. Tips tersebut sudah dijelaskan di www.friso.co.id. Dengan mengetahui tips tersebut, ibu bisa menghindarkan si kecil dari terkena serangan penyakit saat musim hujan tiba.

Dengan menguatkan sistem kekebalan tubuh balita serta menjaga kebersihan lingkungan, sudah bisa dipastikan balita ibu bisa beraktivitas seperti biasanya. Bagaimana dengan bulan puasa yang hampir tiba? Apakah ibu mengenalkan ibadah puasa kepada balita? Boleh saja asal ibu tahu bagaimana caraya yang tepat.  Yang pasti, jangan sampai balita justru lemas dan sakit karena cara memperkenalkan ibadah puasa yang ibu lakukan kurang tepat.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *