Tips Ibu Hamil Menjaga Dari Keguguran

tips ibu hamil menghindari keguguran

ibudanbalita.com

Kehamilan memang membawa kebahagiaan. Harapan berdatangan membayangkan senyum bayi yang manis nan lucu melihat bunda dan ayah pertama kali. Sayang terkadang perasaan bahagia terselimuti dengan rasa khawatir pasca keguguran. Kehilangan calon malaikat kecil pertama kali tentu menyakitkan hati. Padahal, dengan melaksanakan tips ibu hamil yang tepat kekhawatiran kecelakaan sama terulang bisa lebih diminamilisir. Tuhan memang memberikan cobaan tapi bukan berarti tidak ada kesempatan di masa depan, hanya masalah apakah kesempatan tersebut digunakan dengan baik atau tidak. Dibawah ini adalah beberapa nasihat atau tips ibu hamil mencegah keguguran tidak terulang kembali.  Coba cek mana saja yang sudah atau belum dilakukan bunda.

  1. Sadar diri atas segala keburukan

Oke, mari disadari tidak ada manusia yang sempurna. Selalu ada kejahatan dibalik penampilan baik dan menawan. Kebiasaan buruk memang berbahaya, tinggal apakah ada perubahan yang dilakukan atau tidak. Waktu akan terus berjalan dan kemana takdir manusia ke depannya ditentukan oleh individu. Sama dengan mencegah keguguran saat hamil. Renungkan sejenak di ruangan sepi, tanpa gangguan apa saja penyebab keguguran dulu. Mungkin bunda suka merokok atau ayah gemar mengisap tembakau sehingga asap masuk ke paru – paru bunda menganggu janin. Bunda tidak bisa menghentikan kebiasaan minum alkohol misalnya, bisa jadi itulah penyebab utama keguguran.

Kesadaran diri bisa didapat dari renungan. Tidak akan ada yang berubah tanpa usaha. Kalau perlu, buat daftar kebiasaan buruk bunda dan ayah yang bisa menganggu pertumbuhan janin. Komunikasikan dengan pasangan bagaimana cara bertahan selama 9 bulan menjauhkan kebiasaan – kebiasaan buruk tersebut. Bisa jadi, awalnya terasa agak sulit namun dengan saling mengenggam tangan, teguh dengan komitmen yang dibangun guna perkembangan janin selalu dalam kondisi baik, maka kemungkinan besar terlalui. Selalu ingat motivasi ayah dan bunda memulai hidup sehat. Bayangkan wajah buah hati ketika lahir, tersenyum melihat bunda maupun ayah nanti. Selalu ingat motivasi kehamilan agar tetap mampu menahan diri dari godaan buruk.

  1. Jangan remehkan kondisi emosional

Keguguran memang berat terutama bagi perempuan. Memerlukan kekuatan tersendiri untuk bangkit pasca trauma kehilangan janin. Banyak orang bilang janin bukan termasuk mahluk hidup, tapi bagi orang tua yang mengharapkan, hidup atau tidak itu cerita lain. Tetap saja di mata ayah dan bunda janin adalah bentuk fisik konkrit yang menggambarkan impian orang tua manapun dengan dambaan buah hati. Kesedihan terasa mendalam bukan hal aneh lagi, justru sangat wajar dan sebaiknya diremehkan. Beberapa kasus menunjukkan bunda atau ayah dianggap lemah dan ‘lebay’ ketika hamil lagi setelah keguguran, padahal bunda dan ayah membutuhkan dorongan dibanding ejekan atau omongan tak berarti.

Emosi adalah faktor penggerak tubuh yang cukup penting. Hati yang tidak bahagia meski dengan keahlian seperti apapun akan kesulitan beraktivitas sehari – hari. Kesedihan berlarut bak pasir hisap, perlahan tapi pasti menyerap sisa – sisa jiwa seseorang, menjadikan hidup menjadi tidak bermakna. Kehamilan secara fisik itu berat, ditambah dengan kondisi emosi yang tidak stabil tentu makin membuat kehamilan terasa begitu sulit. Tidak sepantasnya kesedihan berbasis trauma pasca keguguran yang menimpa ibu hamil diremehkan begitu saja. Dukungan emosional justru sangat dibutuhkan baik ibu dan ayah. Prasangka keguguran akan datang kembali tentu tidak membantu tubuh berjuang mengembangkan janin. Bilamana kondisi emosional tidak kunjung meningkat, ini saatnya mencari bantuan.

Seseorang menghabiskan paling tidak 5 tahun di sekolah kedokteran bukan sekedar masuk kelas dan bermain. Keberlangsungan umat manusi dipelajari dengan dalam dan tekun disini. Masing – masing orang yang telah memperoleh gelar dokter tentu tidak main – main dalam membantu pasien. Seorang terapis atau psikiater juga demikian. Bunda dan ayah yang masih merasa trauma dengan masa lalu sebaiknya menghadap psikiater meminta solusi. Menyampaikan keluhan adalah bentuk kejujuran pada diri sendiri sehingga membuat beban terasa lebih ringan. Bila orang tua tidak nyaman menghadap dokter, selalu ada forum tempat dimana orang yang sama – sama pernah kehilangan janin bisa saling berbagi duka dan membangkitkan kepercayaan diri kembali.

  1. Konsultasi pada dokter itu penting

Keguguran sekali bisa jadi hanya suatu kecelakaan, tapi jika keguguran telah terjadi berkali – kali tentu menimbulkan tanda tanya. Ayah maupun ibu sebaiknya tidak berasumsi sendiri terlebih bila rasa traumatis sudah berhasil diatasi. Memang, tuhan telah menciptakan tubuh manusia dengan cerita berbeda meskipun fungsi tubuh terlihat sama. Secara fisik ayah bunda mungkin terlihat seperti pasangan laki – laki dan perempuan pada umumnya, tapi dari organ dalam bisa jadi ada yang berbeda. Menghadap dokter untuk mencari tahu akar masalah justru menjadi hal yang paling tepat untuk dilakukan.

Dokter selalu bergantung pada ilmu medis. Mencoba mencari apa yang membuat masa kehamilan seseorang tidak sama dengan orang lain yang tidak menemui kendala. Tes – tes yang dilakukan sangat berguna dalam membantu perkembangan janin kali ini. Bisa jadi, dulu tidak ada kebiasaan buruk namun prasangka buruk selalu membuat kejadian buruk terulang kembali. Dokter mampu mencari tahu apa yang salah dengan janin atau tubuh bunda. Dengan bimbingan yang tepat, kehamilan kali ini tentu lebih bisa dipastikan berjalan dengan lancar. Bukan berarti, dokter sangat sakti yang bisa mempercepat perkembangan janin, namun dokter bisa memberikan tips ibu hamil yang paling sesuai dengan kondisi bunda.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *