Tips Memilih Susu Bayi Yang Tepat

susu bayi

Image Source: Baby World Singapore

Banyak orang tua yang sibuk memilih susu bayi dengan mempertimbangkan apa kandungan yang ada di dalamnya. Padahal, tahukah ibu jika ternyata kandungan di setiap susu itu hampir sama. Hal ini disebabkan sudah ada standarisasi dari sebuah badan kesehatan di mana di dalam susu terdapat kandungan yang baik untuk tumbuh kembang bayi.

Ibu bisa buktikan sendiri. Ibu bisa lihat iklan berbagai merk susu yang ada di TV dan ibu akan menemukan hampir semua iklan menunjukkan nutrisi yang sama di dalam setiap merk susu. Jadi, apakah ibu tetap akan mencari susu untuk bayi dengan mempertimbangkan kandungan nutrisi di dalamnya?

Dari penjelasan tersebut di atas, tentu ibu sudah tidak perlu lagi mempertanyakan atau meragukan apakah nutrisi di dalam susu tersebut bagus atau tidak. Sudah dipastikan nutrisi di dalamnya sangat baik untuk perkembangan sang buah hati.

Lalu, pertimbangan apa yang harus ibu lakukan ketika memilih susu terbaik untuk bayi?

Efek Samping Yang Terjadi

Apakah ibu tahu ada bayi yang mengalami alergi setelah mengkonsumsi susu? Semoga saja hal ini tidak terjadi pada sang buah hati sehingga ibu tidak kesulitan memilihkan susu.

Alergi terhadap susu bisa terjadi. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi ketika bayi intoleran terhadap protein. Di dalam susu, terdapat kandungan protein yang sangat tinggi mengingat kebanyakan susu berasal dari sapi. Dan di dalam susu sapi, memang terdapat kandungan protein yang sangat tinggi.

Jika terjadi alergi, sebaiknya pemberian susu dihentikan dan ibu bisa ganti dengan susu formula lainnya yang kandungan proteinnya lebih rendah. Akan lebih baik jika ibu konsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu untuk memastikan apa yang menyebabkan bayi ibu mengalami alergi. Dengan demikian, ibu akan lebih tepat dalam memilihkan susu untuk si kecil.

Mungkin ibu perlu mencoba beberapa susu dengan kandungan protein yang berbeda-beda. Dengan demikian, ibu bisa menemukan susu mana yang cocok untuk si kecil.

Pemilihan Susu Untuk Bayi Baru Lahir

Susu untuk bayi itu berbeda-beda. Dan ini dibedakan oleh usia bayi. Ada susu untuk bayi dengan usia 0-6 bulan, susu bayi 6-12 bulan, dan susu untuk balita. Bahkan, terkadang ada juga susu balita yang dibagi menjadi dua, yaitu susu untuk 1-3 tahun dan 3-6 tahun.

Kenapa ada pembagian seperti itu? Karena memang kandungan nutrisinya berbeda. Kandungan nutrisi yang berbeda lantaran kebutuhan nutrisi bayi berbeda-beda sesuai usianya.

Begitu juga dengan susu untuk bayi baru lahir. Bahkan ini merupakan susu yang sangat khusus. Bagi ibu yang tidak bisa memberikan ASI, entah karena mengidap penyakit menular atau ASI tidak keluar, memberikan susu formula merupakan solusi yang tepat. Dan susu untuk bayi yang baru lahir biasanya memiliki protein whey, berbeda dengan susu untuk balita. Susu dengan protein whey mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Dengan demikian, bayi tidak akan mengalami keluhan kesehatan ketika mengkonsumsi susu yang satu ini.

Sayangnya, tidak ada susu bayi baru lahir yang mengandung antibodi. Inilah yang membedakan antara susu dengan ASI. Memang susu yang dibuat untuk bayi yang baru lahir diformulasikan sedemikan rupa sehingga menyerupai dengan ASI. Kandungannya hampir sama dengan kandungan di dalam ASI. Hanya saja, letak perbedaannya hanya pada antibodi. Susu tidak mengandung antibodi sementara kelebihan ASI adalah kandungan antibodinya.

Inilah yang membuat bayi yang mendapatkan ASI eksklusif akan tumbuh menjadi anak yang tidak mudah sakit. Ini disebabkan sejak masih kecil ia sudah mendapatkan antibodi dari ASI.

Namun, tentu bukan hal yang salah jika ibu akhirnya tidak memberi ASI lantaran ibu terkena penyakit yang menular. Ini merupakan tindakan yang bijak agar anak ibu tidak terjangkit penyakit yang sama.

Aturan Pemberian Susu

Susu bayi memang mengandung nutrisi yang sangat baik untuk perkembangan sang buah hati. Akan tetapi, hal tersebut tidak berarti ibu harus memberikan lebih banyak susu kepada si kecil. Tentu ada aturannya.

Pemberian susu sebaiknya tidak lebih dari tiga kali sehari. Ini untuk pemberian susu bayi atau pun susu balita. Dan takarannya pun sudah ditentukan. Terlalu banyak memberikan susu akan berakibat tidak baik. Umumnya, anak yang mendapatkan susu terlalu banyak akan kehilangan nafsu makan lantaran ia sudah merasa kenyang dengan hanya minum susu.

Lebih parah dari itu, terlalu banyak mengkonsumsi susu bisa menaikkan resiko obesitas lho. Apalagi jika anak ibu kurang beraktivitas. Maka bukan tidak mungkin berat badan anak di atas angka normal dan ini jelas tidak baik untuk kesehatannya.

Dalam hal ini, harus dipahami bawasannya susu yang ibu berikan untuk balita merupakan suplemen saja. Jadi, makanan menjadi sumber utamanya. Ini sama halnya dengan susu yang ibu berikan kepada bayi usia di atas 6 bulan.

Lain hal dengan bayi yang usianya di bawah 6 bulan. Jika ibu terpaksa tidak bisa memberikan ASI dan akhirnya ibu memberinya susu formula, memang kebutuhan nutrisinya berasal dari susu saja. Hanya saja ada ketentuan yang harus dipatuhi. Berapa kali serta berapa takaran susu setiap hari yang harus diberikan wajib ibu ketahui.

Sekarang ibu sudah paham bukan mengenai masalah susu bayi? Semoga informasi ini bisa membuat ibu lebih obyektif dalam melihat permasalahan tentang pemberian susu untuk bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *