Tips Pertumbuhan Gigi Bayi Bagus

pertumbuhan gigi pada bayi

Image Source: Southeast Family Dental

Namanya membesarkan bayi, pasti ingin segalanya berjalan dengan lancar. Bukannya orang tua pemalas atau daya juang lemah, tapi namanya manusia pasti ingin segala sesuatu punya halangan minim. Sama halnya dengan pembahasan pertumbuhan gigi pada bayi, inginnya gigi bayi tumbuh dengan baik, kalau perlu fase merengek dilewati saja.

Sayang beribu sayang, justru tantangan dalam hiduplah yang membuat hidup ini lebih berkesan. Kalau tidak ada cobaan, manusia tidak akan berkembang, cinta yang kuat tidak akan muncul. Nah, kalau sudah begini, hanya usaha maksimal yang bisa dilakukan agar resiko yang ditanggung lebih minim. Nah, kalau sudah ada niat, ilmu pengetahuan yang bisa menyelamatkan hari.  

Beruntung bagi orang tua yang menikah dan punya bayi di era dua ribu tujuh belas, dark ages sudah lewat dan ilmu pengetahuan bisa sedikit diandalkan. Penemuan – penemuan terkini sungguh berguna dalam memberi tips tumbuh gigi pada bayi dimana ayah bunda bisa bernafas lebih tenang. Senyum dengan deretan gigi cantik nan indah tidak diperoleh dalam semalam, melainkan lewat usaha keras dan kasih sayang yang besar.

Daftar cara membantu pertumbuhan gigi bayi yang akan dijelaskan hanya berupa nasihat umum yang bisa ayah dan bunda laksanakan. Asumsi gigi bayi memang tidak ada masalah dari segi keturunan maupun salah tindakan di masa lampau, apabila bayi punya masalah tersendiri, maka dokter adalah tempat paling tepat untuk mengadu. Bila memang sejauh ini tidak ada masalah, mari langsung saja simak penjelasan berikut :

1. Hindari pengenalan makanan manis
Kasus terbesar dan cukup menganggu di kalangan anak – anak adalah gigi bolong. Seandainya dokter boleh memilih pasti ingin rasanya ganti kasus. Ya, pengikisan gigi sangat wajar mengingat makanan manis berhasil mengusai hati banyak orang secara keseluruhan.

Rasa senang kala mencicipi makanan manis sudah tak dapat dipungkiri lagi. Orang dewasa sampai anak sekalipun memuja sisi manis dalam hidup. Sayangnya, tidak hanya manusai, bakteri dalam mulut turut bergembira dengan kehadiran makanan manis, sehingga gigi bolong sudah lumrah terjadi.

Orang tua sebagai sumber pendidikan pertama bayi tentu sangat membutuhkan kebijakan. Meski makanan manis sangat mudah merebut hati anak, bukan berarti orang tua lantas memakai makanan manis di usia bayi yang masih belia. Tanamkan makanan yang penuh nutrisi dengan kadar manis yang rendah supaya ke depan bayi tidak punya kebiasaan buruk satu ini.

2. Pilih menu makan yang baik
Standard pertumbuhan gigi sebetulnya ada pada usia 4 sampai 6 bulan, dibawah atau diatas usia tersebut dianggap tidak normal meskipun bukan berarti buruk. Beberapa bayi tumbuh gigi terlalu cepat, dan ada pula yang terlambat. Keterlambatan maupun kecepatan tumbuh gigi berkaitan erat dengan faktor keturunan, kelahiran, dan asupan gizi.

Tumbuh kembang bayi sangat bergantung pada asupan gizi. Bayangkan mobil tanpa bahan bakar, tentu tidak bisa jalan, kalaupun bisa tersendat – sendat, sama hal dengan gizi dan pertumbuhan gigi si kecil. Sebagai orang tua yang menginginkan segala sesuatu yang paling baik untuk buah hati, tentu asupan nutrisi wajib diperhatikan.

Gigi termasuk keluarga tulang, meski jarang disebut demikian. Vitamin D, kalsium, dan vitamin A akan sangat berpengaruh pada kesehatan mulut, khususnya gigi. Daging, sayur hijau, dan telur bisa menjadi sumber vitamin dan mineral yang paling mendekati kebutuhan bayi. Tenang saja, kalau bayi belum tumbuh gigi sekalipun, pengolahan bahan menjadi bubur tidak ribet, apalagi sudah banyak bubur bayi beredar di pasaran.

3. Ajarkan minum air putih
Delapan puluh persen tubuh manusia terdiri dari air. Dunia kesehatan dengan jelas menyarankan untuk minum air putih paling tidak 1,5 liter setiap harinya. Kekurangan air alias dehidrasi bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seperti lelah, kurang fokus, bahkan pada gigi sekalipun.

Bakteri dan kuman bersembunyi dengan sangat rajin dalam mulut, belum lagi kekeringan di antara gigi yang bisa jadi biang kerok kedepan. Umumnya air putih bukan sesuatu yang digemari banyak orang, toh ada beragam jenis minuman lain dengan rasa lebih lezat. Memang di awal bayi mungkin tidak akan senang, terlebih jika sudah biasa konsumsi manisan. Sekali lagi, orang tua harus mengajarkan hal baik dari dini, salah satunya rajin minum air putih.

4. Beli sikat gigi yang pas
Semua orang tahu pentingnya menggosok gigi seperti paham apa gunanya mandi. Baik mulut maupun badan, keduanya butuh kebersihan agar terhindar dari penyakit yang tak diinginkan. Bisnis dan visi kesehatan lambat laun terus inovatif dalam menemukan alat bantu guna membersihkan tubuh manusia. Beragam iklan dipertontonkan serta berusaha edukasi masyarakat mengenai kebutuhan kesehatan.


Masuk dalam supermarket bisa membuat bunda bingung. Sikat gigi misalnya, setiap bulan atau tahun pasti ada beragam tipe sikat gigi dalam rentang usai dan fungsi berbeda. Semisal saja, sikat silikon sangat bagus untuk bayi yang belum bergigi lengkap karena bahan silikon yang empuk tidak akan melukai gusi. Kalau ingin lebih aman, cari keterangan dan rekomendasi dari pengguna sebelumnya.

Usaha memang harus dilakukan, tinggal bunda mengecek proses sejauh ini. Dokter gigi dengan senang hati memberi tahu ayah bunda apakah segalanya berjalan dengan lancar. Pemeriksaan rutin seputar pertumbuhan gigi pada bayi jatuh setiap 6 bulan sekali jadi manfaatkan sebaik mungkin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *