Umur berapa bayi bisa merangkak ? Temukan batas normal disini !

Namanya juga sayang pada anak, orang tua manapun pasti ingin yang terbaik bagi malaikat kecil ayah bunda. Tak jarang pertanyaan seperti umur berapa bayi bisa merangkak terlintas di benak ayah maupun bunda, dan biasanya hal ini berujung pada kekhawatiran jika bayi tak kunjung merangkak juga. Minimal membandingkan si kecil dengan anak tetangga, kisah kisah orang tua lain mengenai bayinya, atau mencari informasi di internet seperti yang anda lakukan saat ini sangat umum dilakukan. Beruntung disini tidak hanya ada jawaban umur berapa bayi bisa merangkak namun juga penjelasan  untuk orang tua agar membantu memahami alasan si kecil lebih cepat atau lambat merangkak nanti. Seperti apa ?

Apabila memakai bayi bayi lain di dunia sebagai batas wajar umur berapa bayi bisa merangkak, maka jawaban ada pada umur 9 bulan. Tentu saja 9 bulan bukan patokan pasti mengingat merangkak merupakan salah satu batu loncatan motorik anak yang menyangkut tumbung kembang tulang, dan massa otot. Artinya, kedua organ tersebut berkaitan dengan asupan gizi bayi yang didapat, faktor keturunan, kesehatan bayi, dan karakteristik bayi tersebut. Merangkak memang terlihat seperti hal kecil bagi orang dewasa, tapi di mata bayi, merangkak adalah salah satu langkah besar yang ia harus persiapkan.

2 faktor besar yang cukup menjadi pertimbangan bayi ketika ia memilih untuk mulai merangkak atau tidak adalah, berat badan dan karakter.
Berat badan bukan hal mengejutkan lagi, mengingat orang dewasa pun ketika ingin berjalan atau merangkak harus membawa berat badan. Perbedaan besar antara bayi dan orang dewasa dan bayi tentunya adalah kematangan. Organ dalam seperti tulang dan massa otot orang dewasa telah mencapai titik matang sehingga sangat kecil kemungkinan orang dewasa bisa merasakan berat badan ia sendiri kecuali dipaksa diam dalam waktu lama layaknya gerakan planking saat olah raga.

Sedangkan bagi bayi, berat badan adalah pertimbangan besar. Jika bayi bisa berbicara mungkin ia akan berkata “bisa tidak, ya, aku mengangkat badan aku ?” “mengangkat kepala saja sudah cukup berat apalagi badan”, perasaan yang sama dirasakan oleh orang dewasa ketika harus mengangkat beban berat, memindahkan perabotan misalnya. Karenanya meski otot dan tulang bayi sudah lebih siap sekalipun, tidak semua bayi langsung mau mengangkat badannya dan merangkak dari ujung ke ujung. Bisa karena tidak yakin atau memang tidak kuat. Usia 9 bulan biasanya sih, otot dan tulang sudah lebih kokoh dibanding berat badan meski ada beberapa bayi yang butuh waktu tumbuh lebih lama dibanding 9 bulan, bahkan kadang mencapai 11 bulan pula baru badannya kokoh.

Karakter termasuk dalam faktor cepat lambatnya bayi mau merangkak. Secara garis besar, ada 2 karakter dasar bayi yang nantinya akan berkembang menjadi banyak jenis karakter. Pertama bisa disebut karakter aktif dan yang kedua karakter apatis. Tidak ada yang salah atau buruk dari masing masing karakter, itu hanyalah sebagian dari bayi yang ia bawa dan kembangkan nanti. Bayi aktif, seperti namanya, adalah tipe karakter bayi tidak bisa diam, cenderung senang bergerak, bahkan pada beberapa kasus sulit ditidurkan karena lebih memilih untuk bermain dibanding beristirahat. Bayi aktif umumnya lebih cepat merangkak dibanding bayi apatis karena kegemaran bayi pada ‘petualangan’ dan asah motorik ini. Sedangkan bayi apatis, terang saja, kebalikan dari bayi aktif.

Bayi apatis lebih tenang, diam, dan mengamati. Anda mungkin melihat bayi apatis seperti bayi yang malas bermain terutama mainan yang mengandung gerakan di dalamnya, jarang sekali menangis dan merengek serta gampang ditidurkan. Bayi apatis tidak akan keberatan diminta untuk meninggalkan waktu bermain untuk beristirahat karena dirinya memang tidak terlalu berminat apalagi mainan tipe bergerak. Bayi apatis akan lebih gemar bermain dengan hal hal berhubungan dengan alat seperti balok balok dan alat musik kecil mini, maka wajar saja, meski bayi apatis cenderung terlambat atau tidak merangkak sama sekali, perkembangan visual dan komunikasi bayi apatis lebih cepat dibanding bayi aktif.

Karakter datang dari dalam, keduanya, tidak mempengaruhi pertumbuhan badan yang mana karakter akan menjadi faktor kuat penyebab bayi merangkak dengan cepat atau tidak apabila memang tubuh malaikat kecil ayah bunda memang sudah siap.

Anda mungkin berpikir 9 bulan waktu yang terlalu lama untuk hal merangkak karena ya, nyatanya ada bayi yang sudah bisa merangkak, bahkan memiliki gigi di usia 6 bulan. Seperti yang telah dikatakan di awal 9 bulan hanyalah usia rata rata dimana tubuh dan emosi seorang bayi sudah cukup siap untuk dibawa merangkak.

Jika anda masih merasa khawatir apakah batas normal 9 bulan patut digunakan untuk bayi anda, dan mungkin bayi anda telah melewati usia 9 bulan dan masih belum merangkak juga, maka membawa si kecil ke dokter bukan hal yang buruk. Meski perlu diingat, ada beberapa bayi yang tidak merangkak akan tetapi langsung tertatih tatih belajar jalan. Kecuali anda yakin betul ada yang salah dengan gerakan kaki bayi, menyerahkan bayi pada bagian medis juga tidak buruk. Kembali lagi hal terpenting adalah tidak memaksa bayi, karena masing masing bayi memiliki tingakat pertumbuhan sendiri. Umur berapa bayi bisa merangkak bukan masalah angka namun cinta dan kesabaran anda.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *