Usia Bayi Tengkurap Itu Idealnya Berapa Bulan Ya Bun?

www.ibudanbalita.com

www.ibudanbalita.com

Usia bayi tengkurap memang tergantung kondisi masing masing bayi. Kagum, kaget dan senang, mungkin itu lah ekpresi para orangtua ketika mendapati bayi mungilnya sudah dapat menengkurapkan tubuhnya sendiri. Banyak para orangtua yang menantikan saat-saat dimana bayinya bisa tengkurap, sebab mereka beranggapan bahwa bayinya telah memiliki suatu kepandaian baru. Hal ini memang benar. Karena tengkurap merupakan bagian penting dari rangkaian urutan perkembangan kemampuan motorik bayi sebelum ia dapat melangkah pada perkembangan yang lebih tinggi yakni merangkak, duduk dan akhirnya berjalan.

Pada dasarnya, semuanya berpusat dan bermula dari kemampuan tengkurap bayi, jika bayi tidak dapat tengkurap sendiri, maka dapat dipastikan perkembangan motorik selanjutnya pada si bayi akan terhambat. Tengkurap merupakan suatu kegiatan membalik tubuh dimana posisi perut berada dibagian bawah sebagai tumpuannya. Hanya saja, hal yang paling penting diingat oleh para orangtua adalah jangan pernah membiarkan bayi anda tengkurap ketika ia terlelap dan tanpa berada pada pengawasan anda.

Hal ini dikhawatirkan, ketika si bayi terngkurap dalam keadaan tidur maka berpotensi menyebabkan terjadinya Suddent Death Infant Syndrome (SDIS) yakni berarti kematian bayi ketika mereka tertidur.  Adapun perkembangan kemampuan tengkurap pada bayi satu dengan yang lainnya berbeda.

Mengetahui Usia Bayi Tengkurap Sendiri

Ada sebagian bayi yang sudah bisa menengkurapkan dirinya ketika usianya berusia 2 bulan, sementara ada pula sebagian lainnya yang bisa menengkurapkan tubuhnya ketika bayi berusia 3 atau 4 bulan. Itu artinya, fase perkembangan tengkurap bayi antara bayi satu dengan bayi lain mengalami perbedaan dan tidak dapat disamakan. Namun saja, secara umum bayi akan mulai bisa melakukan usaha untuk tengkurap sendiri disaat umur 3 hingga 6 bulan.

Untuk itu, bagi para orangtua sebaiknya jangan mengkhawatirkan bayi jika anda mengalami perkembangan telat untuk  tengkurap sendiri dibandingkan dengan teman sebayanya sebab banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan bayi untuk dapat menengkurapkan tubuhnya sendiri salah satunya adalah fakor berat badan bayi yang semakin gemuk.  Tengkurapkan bayi pada kedua paha anda secara perlahan. Posisi seperti ini akan membuat kepala bayi tergantung dan melatih dirinya untuk dapat mengangkat kepalanya sendiri.

Mulailah melatih bayi anda untuk tengkurap setiap hari dalam waktu yang seingkat. Bantu bayi untuk membalikkan tubuhnya dan biarkan ia berada dalam posisi tengkurap selama 2-3 menit. Bila bayi telah terbiasa anda bisa meningkatkan durasinya menjadi 7-10 menit sehari. Jika bayi anda belum dapat mengangkat kepalanya sendiri, maka bantulah bayi dengan cara memberikan sanggahan berupa bantal untuk menopang dagunya. Namun tetap perhatikan pengawasan anda demi keamanaan si bayi.

Posisi lain dalam menengkurapkan bayi, anda bisa meletakan bayi diatas tubuh anda yang terlentang dan biarkan bayi tengkurap. Posisi ini akan menjaga kontak mata bayi dengan anda dan membuat bayi merasa terlindungi. Lakukan stimulasi ini dengan tetap berada dalam pengawasan ketat anda demi menjaga keamanan dan keselamatan bayi.

Usia Bayi Tengkurap Dengan Baik

Bayi bisa  tengkurap pada usia 3-5 bulan, jadi Ibu bisa menunggu hingga umur 5 bulan sambil memberikan stimulasi, diantaranya memberikan mainan yang bisa ia raih, memberikan bantuan tengkurap dan membiarkannya mengangkat kepala dan bahunya untuk melatih otot-ototnya (tummy time) saat sedang sadar dan ingin bermain, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah perkembangan normal bayi usia 3 bulan:

Bayi usia 3 bulan seharusnya sudah bisa melakukan hal hal seperti Tertawa dan tersenyum, Mengangkat kepala dengan stabil, dan Mengenali bau dan wajah ibunya. Sebagian bayi usia 3 bulan bisa melakukan Menjerit, menggelegak, Mengenali suara ibunya, Melakukan mini push-up yaitu saat ditengkurapkan, Mendekatkan atau menyatukan kedua tangannya, Menengok pada arah sumber suara yang keras bisa mengangkat bahu dan kepalanya.

Namun perlu Anda ingat bahwa perkembangan bayi bisa berbeda-beda setiap individunya, karena setiap manusia diciptakan dengan unik. Faktor yang dapat mempengaruhi perkembangannya diantaranya adalah prematuritas, berat badan lahir rendah, gizi, stimulasi, adanya suatu penyakit dan lingkungan. Bila setelah 6 bulan bayi Anda belum bisa tengkurap, Anda bisa berkonsultasi pada dokter anak untuk mengetahui penyebabnya.

Bayi tidur tengkurap dianggap dapat menenangkan. Padahal untuk usia tertentu, posisi tidur semacam itu bisa berbahaya. Saat bayi berusia 1-4 bulan tidak disarankan untuk bayi tidur tengkurap, seiring dengan kemungkinan peningkatan risiko sindrom bayi meninggal mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS). Tingginya angka sindrom bayi meninggal mendadak pada bayi tidur tengkurap, terbukti lebih tinggi dari beberapa penelitian.

Salah satu teori yang muncul adalah bayi tidur tengkurap memberi tekanan pada rahang bayi, sehingga mempersempit saluran pernapasan. Teori lainnya mengatakan, bayi dalam sindrom tersebut menghirup kembali udara yang telah dikeluarkannya. Hal ini membuat kadar oksigen pada tubuh bayi turun, sementara karbondioksida meningkat. Akhirnya, tubuh bayi menjadi kekurangan oksigen dan memicu sindrom kematian bayi mendadak.

Namun, tidak selamanya bayi tidur tengkurap berbahaya. Seiring perkembangan usia, maka kemampuan bayi mengendalikan tubuhnya juga akan meningkat. Sekitar usia lima bulan, bayi akan mulai mengguling tubuh ke arah depan atau belakang. Pada usia ini, tidak mustahil bayi mengubah sendiri posisi tidur menjadi tengkurap. Risiko SIDS masih dianggap tinggi oleh ahli hingga bayi berusia 12 bulan. Untuk itu, disarankan tetap menidurkan bayi dalam posisi terlentang hingga usia satu tahun.  Pastikan untuk menjaga mulut dan hidungnya tidak terhalang oleh benda-benda yang bisa menutupi. Itu tadi sedikit ulasan mengenai usia bayi tengkurap, semoga bermanfaat.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *